Doni Monardo: Penerapan PSBB di Setiap Provinsi Tekan Penyebaran Covid-19

0
495
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang juga selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan bahwa pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di semua provinsi yang menjalaninya, membuahkan hasil yang cukup bagus.

“Yang pertama seperti halnya DKI, pada tanggal 5 April kasus terkonfirmasi positif DKI adalah 50% dari nasional. Setelah dilakukan PSBB dan pada tanggal 5 Mei yang lalu, terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi DKI menjadi 39% dari nasional,” ungkap Doni Monardo saat memberikan keterangan usai rapat terbatas melalui tekonferensi, Senin 11 Mei 2020.

Di pulau Jawa, Doni mengakui telah sampaikan kepada Presiden bahwa jumlah kasus berada pada posisi 70% nasional untuk kasus positif terkonfirmasi, kemudian yang meninggal 82%, lantas yang sembuh 59%.

“Sehingga Gugus Tugas sangat berharap inisiatif daerah terutama yang kasus terkonfirmasi positifnya telah mengalami peningkatan sebaiknya mengusulkan kepada Menteri Kesehatan untuk mendapatkan PSBB,” jelas Doni.

Doni berharap inisiatif ini dari daerah sehingga kesiapan untuk mempersiapkan diri, melakukan koordinasi ini akan jauh lebih baik. Sedangkan, tentang perkembangan testing, Doni sampaikan bahwa Presiden telah menugaskan Gugus Tugas, Kementerian Kesehatan, dan juga seluruh laboratorium yang ada di Indonesia agar setiap hari mampu memeriksa spesimen sebanyak kurang lebih 10.000 spesimen.

Pada tanggal 8 Mei yang lalu, Doni sampaikan laporan yang diterima oleh Gugus Tugas dari seluruh laboratorium yang ada, pemeriksaan spesimen telah mencapai 9.630, tetapi ini hanya pada satu hari saja, hari berikutnya kembali mengalami penurunan ke angka 7.100 dan 7.300.

“Oleh karenanya, perintah Bapak Presiden adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di seluruh laboratorium. Termasuk juga kami telah memberikan arahan kepada seluruh laboratorium untuk merekrut personil-personil baru termasuk juga bantuan-bantuan dari TNI-Polri yang memiliki kualifikasi di bidang keperawatan dan kemampuan di bidang laboratorium,” terangnya.

Demikian juga, lanjut Doni, upaya dari Gugus Tugas untuk bisa memberikan insentif kepada pekerja laboratorium sehingga bisa bekerja lebih optimal lagi.

“Kalau selama ini rotasi hanya satu kali atau maksimal 2 kali, maka kami harapkan rotasi bisa rata-rata 2 kali. Bahkan kalau sumber daya manusianya sudah memadai dan jumlahnya cukup mencukupi, bisa mencapai 3 kali,” kata Doni.

Untuk itu, Doni berharap SDM tersebut bisa bekerja 24 jam dan demikian ada sekitar 280 (ribu) ODP dan PDP yang memang harus dituntaskan dalam waktu yang sesingkat mungkin ini bisa kita raih. Jumlah laboratorium yang sudah dilaporkan kepada Gugus Tugas mulai beroperasi, Doni mengatakan mulai dari yang belajar dengan skala kecil sampai dengan yang sudah kapasitas besar, telah mencapai 60 laboratorium, dan ada sekitar 55 laboratorium lagi yang akan beroperasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here