Gunakan Aplikasi Data Penerima Bansos, Pemerintah Jamin Lebih Terverifikasi dan Transparan

0
560
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. FOTO: KEMENKO PMK

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya dan inisiatif Pemerintah Kota Tangerang dalam mempercepat proses penyaluran bantuan sosial menggunakan aplikasi.

Aplikasi tersebut bernama Sidata dan Sigacor (Siaga Corona), yang diklaim mampu menjamin data penerima bansos terverifikasi dan lebih transparan.

“Dengan aplikasi ini, baik dari segi pengiriman ataupun sasarannya sudah terverifikasi dengan baik. Saya kira ini bisa dicontoh oleh kabupaten/kota lain, meski saya yakin kabupaten/kota yang lain juga sudah mengembangkan aplikasi,” ungkap Muhadjir saat kunjungan di Kota Tangerang, Senin 11 Mei 2020.

Menurut Muhadjir, penggunaan aplikasi itu juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk memastikan data penerima bansos betul-betul tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi rekap data untuk perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Aplikasi tersebut juga, lanjutnya, menunjukkan kerja sama yang sudah sangat baik dan terpadu antara pemerintah pusat, daerah, dan para perangkat kelurahan dalam menangani dampak sosial ekonomi masyarakat akibat Covid-19. Selain itu, agar pemberian bantuan stimulus Covid-19 di Kota Tangerang tidak overlapping antara bantuan pusat dan daerah, dibedakan dengan pembagian zona wilayah kecamatan.

“Tapi perlu diingat bahwa kita akan terus melakukan evaluasi. Jadi jangan kaget kalau di tengah jalan ada perubahan-perubahan berdasarkan hasil monitoring tim saya yang disampaikan kepada Mensos dan Mendes untuk perbaikan berikutnya,” ungkap Muhadjir.

Hingga 10 Mei 2020, perkembangan realisasi bansos presiden sudah bergerak signifikan. Tahap 1 untuk wilayah DKI Jakarta rampung 100% dilanjutkan tahap II sudah 22,2%, menyusul wilayah Bodetabek tahap I keseluruhan 8,83% dengan khusus wilayah Kota Tangerang sebanyak 5.955 KPM atau 10,76%.

“Bantuan akan terus kita salurkan sambil kita mengupayakan percepatan penanganan Covid-19. Kalau untuk Jabodetabek ini sudah ada penurunan untuk kasus positifnya, maka perhatian pemerintah akan mulai bergeser ke wilayah luar Jabodetabek yang kita taksir menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 ini,” terang Muhadjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here