Pemerintah Upayakan Penurunan Harga Pangan

0
491
Presiden Joko Widodo. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah terus menerus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dari waktu ke waktu. Untuk itu, Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait kembali menggelar rapat terbatas untuk membahas antisipasi kebutuhan bahan pokok. Rapat terbatas ketiga dalam kurun beberapa waktu terakhir tersebut digelar melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2020.

Sebelumya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB telah mewanti-wanti mengenai potensi kelangkaan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini sudah yang ketiga kita berbicara masalah bahan pokok karena urusan stok, ketersediaan, dan stabilitas harga ini penting untuk terus kita monitor, setiap hari, setiap minggu,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyinggung harga sejumlah komoditas bahan pangan. Di antaranya ialah bawang merah dan gula pasir yang masih berada di atas harga acuan.

Secara nasional, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp51.000 per kilogram. Menurut Presiden, harga tersebut masih jauh dari harga acuan yakni sebesar Rp32.000 per kilogram.

“Kemudian gula pasir sampai saat ini harga juga masih di Rp17.000-Rp17.500 padahal HET (harga eceran tertinggi) harusnya itu di Rp12.500,” lanjutnya.

Presiden meminta jajarannya untuk melihat masalah ini dan mencari tahu penyebab dari tak kunjung turunnya harga sejumlah komoditas bahan pangan tersebut.

“Saya ingin ini dilihat masalahnya ada di mana. Apakah urusan distribusi atau memang stoknya yang kurang atau ada yang sengaja mempermainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” tegas Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here