Kementerian PUPR Bangun 2 Rumah Sakit Standar Covid-19 di Lamongan dan Biak Numfor

0
583
Desain pembangunan ruang isolasi Rumah Sakit Kabupaten Lamongan. DOK: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memberikan dukungan penyediaan fasilitas kesehatan di sejumlah daerah untuk penanganan Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan RS Akademik UGM Yogyakarta dan saat ini, pihaknya menerima permintaan bantuan dari Bupati Lamongan, Provinsi Jawa Timur dan Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua. Kedua permintaan pembangunan tersebut telah disetujui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Untuk pembangunan RS Lamongan dan RS Biak Numfor, kami telah menerima usulannya dan siap untuk melaksanakan kegiatan fisiknya. Pendanaan direncanakan berasal dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Untuk RS Lamongan saat ini sudah on progress dimulai pekerjaannya,” jelas Basuki dalam keterangannya, pada Rabu 13 Mei 2020.

Menurutnya, Kabupaten Lamongan belum memiliki rumah sakit standar untuk penanganan Covid-19. Selama ini, para pasien positif ditangani di Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan dan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan juga beberapa fasilitas kesehatan lainnya yang dialihfungsikan untuk menangani Covid-19 yakni Puskesmas Karangkembang, Puskesmas Deket dan Rusunawa.

Lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Covid-19 disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan seluas 6.070 meter persegi yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Beringin, Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Lokasi ini berjarak 132 meter dari Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan. Konstruksi dimulai pada 1 Mei 2020 dengan kebutuhan anggaran Rp33,53 miliar. Rumah sakit berdaya tampung 82 pasien ini ditargetkan selesai pada awal Juni 2020. Saat ini, progres pembangunan mencapai 20%.

Sedangkan, untuk RSUD Biak Numfor diperkirakan kebutuhan biaya untuk pembangunan Gedung Isolasi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp38,28 miliar. Saat ini sebagai ruang isolasi sementara, RS tersebut memanfaatkan dua gedung lama yakni Gedung Kosinan dan Gedung Tropik yang berdekatan dengan Gedung Laboratorium.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here