Mendes Resmikan Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu di Kawasan Indonesia Timur

0
587
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meresmikan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu secara virtual di Jakarta, Selasa 19 Mei 2020. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mempunyai dua fokus yakni program pembangunan; dan program pemberdayaan berbasis desa, kawasan transmigrasi dan program pemberdayaan masyarakat.

Bersama dengan International Fund for Agriculture Development (IFAD), hari ini, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar meresmikan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) secara virtual, pada Selasa 19 Mei 2020. Dengan sasaran desa-desa di 5 provinsi yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Program tersebut merupakan kerjasama antara Kemendes PDTT dengan International Fund for Agriculture Development (IFAD), dengan sasaran desa-desa di 5 provinsi yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa kedua pihak memiliki kesamaan komitmen untuk melakukan proses pembangunan secara intensif berkelanjutan berbasis desa dan daerah pinggiran dengan tujuan kesinambungan ekonomi masyarakat desa menuju masyarakat sejahtera.

“Pada dasarnya antara IFAD dan Kemendes PDTT ini ibarat saudara kandung, tapi beda bapak beda ibu,” ungkap Abdul Halim.

Dalam kerja sama tersebut, Kemendes PDTT memiliki dua fokus yaitu program TEKAD memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa dan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Tentu kesamaan visi misi dan komitmen saja tidak cukup, harus dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita kita bersama,” tegas Abdul Halim.

Terkait hal tersebut, Direktur Kantor Perwakilan IFAD Indonesia, Ivan Cossio Cortez mengatakan, program TEKAD mengedepankan dan memperkuat desentralisasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Hadirnya Undang-Undang Desa dan Dana Desa di Indonesia, lanjut Cortez, telah menjadi kerangka kuat bagi program TEKAD, yang mengutamakan proses pembangunan dari bawah atau buttom up.

“Kami ingin dengan adanya Undang-Undang Desa dan Dana Desa yang sudah ada di Indonesia dapat membuat proses pembangunan di Indonesia menjadi lebih baik, terutama di tingkat desa. Sehingga pembangunan bisa dari tingkat bawah atau buttom up,” terang Cortez.

IFAD sendiri merupakan badan khusus PBB yang memiliki mandat khusus yakni pembangunan di wilayah perdesaan. Menurut Ivan, program-program yang dilaksanakan IFAD menyasar masyarakat miskin dan perdesaan khususnya wilayah timur.

“Kami berterimakasih Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerjasama untuk mendukung program (TEKAD) ini,” ujar Cortez.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here