Patuhi Protokol Kesehatan, Sektor Industri Kontribusi 19,98% Pada PDB di Triwulan I-2020

0
73
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pelaku industri yang telah mematuhi aturan protokol kesehatan dan ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih bahwa dalam masa berat ini rekan-rekan Apindo bersama dengan pemerintah terus bahu membahu dan menjadi mitra kerja yang konstruktif dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19,” ungkap Agus dalam keterangannya, Rabu 20 Mei 2020.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Perindustrian hingga saat ini, telah terbit sebanyak 17.109 Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di tengah pandemi Covid-19.

“IOMKI adalah komitmen dari kami, bahwa industri harus tetap beroperasi dengan memperhatikan protokol kesehatan. Industri tidak boleh berhenti, karena industri adalah kontributor perekonomian terbesar bagi Indonesia,” jelas Agus.

Perlu dukungan Apindo, lanjutnya, untuk melanjutkan penyusunan data industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

“Data industri sangat penting untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Apalagi, target ke depan adalah penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif, diyakini dapat menarik investasi sehingga sektor industri dapat membuka lapangan kerja.

Meskipun masih dalam tekanan dampak pandemi Covid-19, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I-2020, sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 19,98 persen.

Beberapa sektor industri pengolahan nonmigas yang masih mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, di antaranya adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 5,59 persen, kemudian industri alat angkutan (4,64%) serta industri makanan dan minuman (3,94%).

Sementara, nilai investasi industri pengolahan selama triwulan I tahun 2020 menunjukkan angka positif di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19. Sepanjang tiga bulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh angka Rp64triliun atau naik 44,7% dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,2 triliun.

“Pada kuartal I tahun 2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4% dari total investasi keseluruhan sektor Rp210,7 triliun,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu 20 Mei 2020.

Agus sampaikan rincian nilai investasi sektor industri manufaktur pada periode triwulan I-2020, yang berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp19,8 triliun sedangkan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp44,2 triliun. Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp16,1 triliun dan PMA (Rp28,1 triliun).

“Lebih lanjut, masyarakat akan hidup dalam keadaan new normal. Ini berlaku bagi seluruh sendi-sendi kehidupan, termasuk bagi sektor industri dan kawasan industri. Salah satu prasyarat dalam kenormalan baru adalah mengelola aktivitas industri dalam koridor protokol kesehatan,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here