Pertamina Bangun Kilang Bersama Konsorsium Korsel di Dumai Senilai Rp 21 Triliun

0
67
Ilustrasi kilang minyak. FOTO : HUMAS PERTAMINA

(Vibizmedia-Nasional) Bersama dengan konsorsium Korea Selatan, Pertamina dan Nindya Karya sepakat mengembangkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Unit Pengolahan II Dumai senilai USD1,5 miliar atau sebesar Rp21 triliun (kurs Rp14.000).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa inisiatif kerja sama ketiga pihak ini, telah di jalin sejak akhir tahun 2019.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para pihak yang mewujudkan inisiatif ini, dari Pertamina, Nindya Karya, dan konsorsium Korea Selatan. Ini merupakan ‘buah’ dari inisiatif yang kita bangun bersama sejak tahun lalu,” jelasnya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman secara virtual antara PT Pertamina (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan konsorsium perusahaan Korsel yang diwakili oleh Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung, yang turut disaksikan oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Baginya, proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai ini penting, karena merupakan salah satu dari beberapa RDMP prioritas Pertamina.

“Proyek dengan nilai USD1,5 miliar ini dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak dan bahan bakar minyak dalam negeri, sehingga akan mengurangi ketergantungan impor minyak Indonesia yang diharapkan mampu mengatasi defisit transaksi berjalan ke depannya. Semoga dapat berjalan dengan baik serta dapat memberikan multiplier effect terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Kamis 21 Mei 2020.

Penandatanganan nota kesepahaman merupakan upaya mendukung percepatan pelaksanaan megaproyek tersebut yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan bahwa proyek ini memang menjadi prioritas untuk cepat diselesaikan.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, Nindya Karya dan konsorsium Korea telah menjadi strategic partner bersama Pertamina dan akan melakukan kajian upgrading Kilang Dumai. Pertamina berharap Desember 2020 ada milestone penting yang dapat dicapai,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here