Kebanggaan Produksi Dalam Negeri – Alat Penanganan Covid-19

0
540
Presiden Joko Widodo memperlihatkan sejumlah produk riset hasil karya anak bangsa yang dipresentasikan di Istana Merdeka, Jakarta. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo memperlihatkan 9 produk unggulan dari 55 produk konsorsium hasil riset dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19, yang merupakan hasil karya anak bangsa melalui video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pada 20 Mei 2020.

Menurutnya, sembilan produk unggulan tersebut telah melalui uji klinis dan siap diproduksi secara massal.

“Ini ventilator buatan dalam negeri yang sudah diproduksi. Ini bisa diproduksi kurang lebih 200. Kemudian ini yang kedua, ini juga sama (ventilator), sudah bisa diproduksi sampai 200 juga,” ungkap Presiden memperlihatkan produk emergency ventilator.

Sebanyak tiga produk ventilator diperlihatkan oleh Presiden dalam video tersebut. Dua di antaranya dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan (masing-masing) PT Len Industri dan PT Dharma Polimetal yang sudah siap diproduksi. Sementara satu ventilator lainnya merupakan hasil pengembangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah melalui uji klinis dan siap diproduksi sebanyak 1.000 unit.

“Saya kira kalau kita memang kepepet itu semua bisa dilakukan. Itu dimulai sejak Covid Maret itu. Langsung bergerak dan ternyata kita bisa membuatnya sendiri, tidak usah impor,” kata Presiden.

Selain ventilator, ada pula RT-PCR test kit yang sudah dapat diproduksi sebanyak 100.000 unit dan dikembangkan oleh PT Bio Farma serta alat uji cepat (rapid test) yang merupakan pengembangan dari PT Hepatika Mataram, BPPT, Universitas Airlangga, serta Universitas Gadjah Mada yang juga siap diproduksi sebanyak 1.000 unit.

“Saya rasa ini menjadi sebuah kebanggaan kita karena bisa diproduksi di dalam negeri dan kalau memang nanti di dalam sudah mencukupi justru bisa kita ekspor ke negara lain,” jelasnya.

Presiden berharap karya-karya dan riset yang dilakukan tak berhenti di laboratorium dan hanya berhenti sebagai purwarupa saja. Riset-riset tersebut harus berbuah dan mampu berlanjut hingga tahap produksi massal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan diekspor ke mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here