Bappenas Tekankan Pentingnya Aspek Perlindungan Sebelum Pembukaan Sekolah

0
91
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memaparkan sejumlah aspek-aspek penting di bidang pendidikan untuk mendukung rencana pembukaan sekolah saat berlangsungnya tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19.

Dalam aspek terkait protokol kesehatan, Kementerian PPN/Bappenas menghimbau agar dilakukannya sosialisasi dan menjaga kebersihan kepada pihak orang tua dan warga sekitar sekolah. Selain itu juga memastikan kegiatan physical distancing tetap diberlakukan di sekolah melalui pengurangan kepadatan kelas dan meniadakan kegiatan berkumpul serta memastikan ketersediaan fasilitas kebersihan sekolah terutama sanitasi yang layak serta sabun dan air bersih untuk cuci tangan di sekolah.

Dalam aspek pembelajaran, Kementerian PPN/Bappenas menganjurkan untuk mengembangkan hybrid learning antara pendidikan tatap muka dan digital khususnya jika sekolah menerapkan sistem shift untuk optimalisasi physical distancing dan aspek kesejahteraan, perlindungan serta afirmasi juga menjadi perhatian.

“Kementerian akan meningkatkan penyediaan layanan kesehatan mental dan dukungan psikososial untuk menanggulangi dampak pembelajaran jarak jauh serta anxiety pandemi. Selain itu juga akan memastikan kesejahteraan guru tidak terganggu selama masa pandemi termasuk guru-guru di sekolah swasta,” jelas Suharso dalam keterangannya, Rabu 3 Juni 2020.

Selain membahas persiapan pembukaan kegiatan pendidikan yang aman, rapat koordinasi bersama Wakil Presiden juga membahas tentang kesiapan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

Suharso mengatakan ada empat langkah untuk mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19, yakni : pentingnya data yang berkualitas, akurat, dan real time; Kesiapan aparat dan disiplin masyarakat; penajaman perencanaan dan anggaran di daerah dan perlu kewaspadaan terhadap kemungkinan second wave seperti yang terjadi Korea Selatan.

“Apabila penularan virus kembali meningkat, maka PSBB harus dilakukan kembali. Apabila kondisi ini berulang akan menimbulkan kerugian ekonomi jauh lebih besar,” tegas Suharso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here