Jelang Fase New Normal, Kemenperin Pastikan Industri Makanan dan Minuman Siap

0
93
Ilustrasi industri makanan. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Dalam rangka upaya sinergi memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19 dalam menghadapi tatanan kenormalan baru, Kementerian Perindustrian aktif berkoordinasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi industri untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis

“Kami sedang mengkaji berbagai usulan dari pelaku industri makanan dan minuman yang akan dimasukkan dalam kebijakan untuk pemulihan produktivitas dan pertumbuhan sektor ini jelang hadapi fase new normal,” ungkap Direktur Jenderal Industri Ago Kemenperin Abdul Rochim dalam keterangannya, Rabu 3 Juni 2020.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusun surat edaran yang nantinya dapat menjadi panduan dalam menjalankan aktivitas industri di era kenormalan baru. Surat edaran ini akan mengakomodasi poin-poin penting yang tercantum dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 328 Tahun 2020 tentang Panduan Pencegahan Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dari hasil koordinasi tersebut, pelaku industri makanan dan minuman di dalam negeri, lanjutnya, menyatakan kesiapannya untuk beroperasi di era kenormalan baru, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Namun demikian, guna menopang aktivitas sektor ini, perlu dukungan ketersediaan bahan baku dan kelancaran arus logistik.

Menurutnya, harga produk-produk makanan dan minuman akan relatif stabil dalam era kenormalan baru.

“Kami telah berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Makanan-Minuman Indonesia (GAPPMI), dan mereka berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga selama new normal,” katanya.

Rochim menyampaikan bahwa kunci utama pemulihan sektor industri makanan dan minuman berada pada para pedagang ritel. Oleh karena itu, apabila nanti pusat-pusat perbelanjaan sudah mulai dibuka bertahap dalam tatanan kenormalan baru, diharapkan permintaan masyarakat akan segera pulih dan mampu menggerakan sektor industri ini. Dengan mulai diterapkannya fase kenormalan baru, tambahnya, sektor industri makanan dan minuman dapat tumbuh sebesar 4%.

“Selain itu, utilisasi sektor industri ini yang sempat turun di angka 50-60% akibat pandemi Covid-19 juga diharapkan dapat kembali naik ke angka 80%,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here