Skema Pemerintah Bangun Konektivitas Digital Daerah Terpencil

0
95
Ilustrasi Base Tranceiver Station (BTS). FOTO: KEMENKOMINFO

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah menyiapkan skema membangun konektifitas digital hingga ke ribuan desa di daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia, yang tidak mendapat akses dari operator selular.

“Kami membangun di lokasi di mana operator tidak membangun karena alasan bisnis yang tidak layak, kami mencoba menyelesaikan persoalan ini, jadi membuat skema yang nanti operator bisa hadir,” ungkap Direktur Utama BAKTI Anang Achmad Latif dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).

Dari skema tersebut, menurutnya, ada sebagian insentif yang ditempuh pemerintah agar operator seluler bisa hadir di daerah-daerah terpencil sebagai komersil.

“Sebagai contoh, untuk membangun menara BTS (Base Tranceiver Station) di desa-desa, komponen biayanya banyak. Salah satu yang terbesar biayanya adalah transmisi, yakni bagaimana menara BTS bisa terhubung ke jaringan, setidaknya yang ada di Ibukota Kabupaten,” ujarnya

Anang menambahkan pilihan lainnya adalah menggunakan satelit yang biayanya juga mahal di daerah yang sudah ada fasilitas listrik. Hal ini belum termasuk daerah terpencil lainnya yang juga belum tersentuh aliran listrik.

Pemerintah menyiapkan opsi menggunakan solar panel kepada operator seluler, meskipun juga dihadapkan dengan biaya yang sangat mahal.

“Itulah skema yang coba kita gunakan, jadi silahkan operator membawa perangkatnya tetapi listrik dan trasmisinya pemerintah yang siapkan. Itu sudah menyelesaikan 80% cost yang harus mereka keluarkan, sehingga operator cukup menanggung 20%-nya,” terang Anang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here