Lampu Hijau Menyala, Tanda Produktivitas Dimulai

0
521
Ilustrasi zona hijau. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|DANIEL

(Vibizmedia-Kolom) Lebih dari tiga bulan masyarakat Indonesia dihadapkan pada pandemi Covid-19. Ini berdampak kompleks dan berkepanjangan di kehidupan masyarakat. Perlu disikapi dengan adaptif menuju aman dan produktif. Saat ini, kita mulai bergerak menuju ke tatanan kehidupan baru, sambil menanti ditemukannya vaksin oleh para ahli di seluruh dunia.

Tentu ini bukan hal yang mudah. Oleh karenanya, kita harus beradaptasi sambil menunggu ini semua. Aman dan tidak menularkan ke orang lain, menjadi kunci awal dalam kondisi seperti ini, sebelum bisa melakukan kegiatan yang mengarah pada produktivitas.

Rekomendasi Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah mendapat mandat untuk melakukan penilaian terhadap wilayahnya. Penilaian tersebut menentukan zonasi suatu daerah, yang ditandai dengan warna yang berbeda-beda. Berdasarkan pemetaan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, ada empat kategori wilayah, yakni zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau.

Zona hijau untuk kabupaten/kota yang belum terdampak Covid-19, zona kuning kabupaten/kota dengan tingkat risiko rendah, zona oranye kabupaten/kota dengan tingkat risiko sedang, dan zona merah kabupaten/kota dengan tingkat risiko yang tinggi.

Sementara, indikator dari WHO menuju kondisi aman dan produktif, pemulihan suatu daerah terdiri dari tiga kriteria penting yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Indikator kesehatan masyarakat yang berbasis data ilmiah ini, digunakan pemerintah untuk menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan aktivitas ekonominya. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat sampai dengan pekan ini, ada 102 kabupaten/kota yang masuk dalam zona hijau, 139 kabupaten/kota zona kuning, 180 kabupaten/kota zona oranye, dan 85 kabupaten/kota zona merah.

Keputusan 102 Kabupaten/Kota Adaptasi Normal Baru
Per 31 Mei 2020 yang lalu, pemerintah memutuskan 102 Kabupaten/Kota dinyatakan zona hijau dan memenuhi syarat untuk mulai beraktivitas dengan adaptasi kebiasaan baru berbasis masyarakat produktif.

Pemetaan tersebut, menggunakan sejumlah indikator, yakni jumlah kasus Covid-19, penurunan jumlah kasus positif dan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), penurunan jumlah kasus positif dan yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit.

Selain itu, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dan jumlah pemeriksaan spesimen yang meningkat selama dua minggu dan positivity rate atau jumlah sampel yang dinyatakan positif hanya 5 persen, serta angka reproduksi di bawah 1.

Angka repoduksi atau reproduction number (Rt) menggambarkan tingkat penularan, jika Rt=4, artinya satu orang berpotensi menularkan pada empat orang, jika Rt<1, artinya potensi menularkan pada orang lain sudah hampir tidak ada. Wabah akan terus bertambah apabila Rt>1, dan wabah akan berkurang bila Rt<1. Dengan mendapat kewenangan untuk memulai prakondisi, pemimpin daerah dapat mengupayakan persiapan dengan seksama dan membangun komunikasi dengan semua kelompok dan komponen masyarakat serta bergotong-royong dengan melibatkan komponen pentahelix sebelum menjalankan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Kolaborasi Pentahelix Kunci Keberhasilan Protokol Kesehatan

Namun memang diakui bahwa hal itu belum maksimal di beberapa daerah yang lain. Tidak ada jalan lain, yakni dengan meningkatkan kesehatan masyarakat secara bersama-sama maupun individu, dimulai dari tingkat rumah tangga, keluarga, RT, RW hingga skala nasional dalam menjalankan protokol kesehatan, sebab pandemi merupakan bentuk kedaruratan kesehatan masyarakat.

Selain itu, konsultasi dan koordinasi yang ketat antara para bupati/walikota dengan Gubernur dalam proses pengambilan keputusan melalui tahapan prakondisi, yaitu edukasi, sosialisasi, kepada masyarakat, dan juga simulasi sesuai dengan sektor atau bidang yang akan dibuka.

Dinilai memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah dan mampu menciptakan lapangan kerja yang luas, sembilan sektor ditetapkan untuk buka kembali, yakni pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Semua ini berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti wajib memakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dan menjaga imunitas tubuh. Penerapan diawali dengan edukasi, sosialisasi dan simulasi secara bertahap.

Pendekatan spesifik ini, dianggap pemerintah daerah (bupati, walikota, camat, lurah) yang paling mengetahui dan dapat menyiapkan protokol yang terbaik, manajemen krisis untuk melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka memenuhi daerah yang tetap hijau. Sebab, apabila dalam perkembangannya, ditemukan kenaikan kasus, maka Tim Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota berhak memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here