Kemendikbud: Dana BOS Bisa Digunakan Bagi Layanan Pendidikan Daring

0
433
Ilustrasi belajar melalui daring. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|RINEKE

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Evy Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 membuat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pengalaman tanpa terbebani tuntutan menuntaskan kurikulum.

“Pertama yang ingin saya sampaikan bahwa pembelajaran Jarak Jauh ini harusnya menjadi pengalaman belajar yang bermakna tanpa terbebani tuntutan untuk menuntaskan kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan,” ungkap Evy dalam keterangannya, Selasa 9 Juni 2020.

Evy juga menegaskan pembelajaran saat ini mempertimbangkan akses dan fasilitas di rumah sehingga tugas diberikan dapat bervariasi.

“Saat ini bahwa aktivitas tugas-tugas pembelajaran dapat bervariasi antarsiswa juga mempertimbangkan akses atau fasilitas dirumah,” jelasnya.

Evy mengungkapkan bahwa pihaknya telah tentunya sejak awal menetapkan prioritas ulang dalam kebijakan serta alokasi sumber daya dalam menghadapi pandemi termasuk sumber daya anggaran.

“Kita sama-sama ketahui bahwa sudah ada peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No.19 tahun 2020 yang memberikan fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” kata Evi.

“Sehingga dana BOS ini dapat digunakan untuk pembelian pulsa internet, paket data atau layanan pendidikan daring yang berbayar bahkan bagi guru dan siswa dalam rangka pembelajaran dari rumah,” lanjutnya.

Peraturan tersebut, lanjutnya memberikan fleksibilitas kepada sekolah karena sekolah yang paling mengetahui kebutuhannya.

“Ini sekolah yang tentunya yang paling mengetahui bagaimana kebutuhan di sekolah masing-masing bagaimana kebutuhan guru dan siswa. Dalam hal ini kami ingin memberikan kenyamanan bagi kepala sekolah. Mereka bisa menggunakan dana operasional sekolah ini sefleksibel mungkin untuk menjamin pembelajaran daring,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here