RS Rujukan Covid-19 di Yogyakarta dengan Teknologi Smart System Diresmikan Mensesneg

0
403
Menteri Sekretaris Negara Pratikno meresmikan secara virtual Rumah Sakit Penanganan Covid-19 di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Sekretaris Negara Pratikno meresmikan Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gajah Mada (UGM) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 8 Juni 2020. Pembangunan yang sempat terhenti pada tahun 2010 tersebut, diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pembangunan lanjutan RSA UGM dengan kapasitas total sebanyak 107 tempat tidur terbilang cepat, dilaksanakan sejak 20 April 2020 dan selesai pada 31 Mei 2020.

“Ini luar biasa dalam waktu 37 hari kalender gedung dapat diselesaikan dengan anggaran Rp66,8 miliar. Pekerjaannya tidak sederhana, sekaligus harus tetap aman dari Covid-19. Dan disaat yang sama bukan hanya menyelesaikan gedung, tetapi juga harus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Untuk itu atas nama Pemerintah, kami berikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Pratikno dalam peresmian yang dilakukan secara virtual.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan RS Akademik UGM sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 adalah dengan menyelesaikan pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RS Akademik UGM. Penyelesaian rumah sakit tersebut merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR TA 2020 sebesar Rp1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan pembangunan Gedung Arjuna dan Yudhistira banyak menggunakan material non konvensional diantaranya untuk pekerjaan dinding dengan material sandwich panel yang ringan sehingga pengerjaannya jauh lebih cepat dan lebih rapi.

“Untuk ruang isolasi menggunakan teknologi smart system sejalan dengan era industri 4.0. Ruang isolasi tersebut dapat dimonitor dan dikontrol secara langsung maupun jarak jauh (web based) dan pelaksanaanya mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan standar internasional,” jelas Danis.

Adapun dikatakan Danis, terdapat beberapa keunggulan ruang isolasi RSA UGM yakni pengaturan Negative Pressure ruangan sampai dengan -2,5 Pa (pascal) untuk pertukaran sirkulasi udara minimal 12 ACH (Air Change per Hour), Hepa Filter yang dapat menyaring virus dan bakteri hingga besaran 0,3 mikron, tersedianya ruang anter room yaitu ruang antara berpintu ganda dangan sistem interlock untuk mencegah ruangan lain terpapar udara dari ruang isolasi, menggunakan lampu UV Germicidal yang mampu membunuh virus dan bakteri, dan CCTV disetiap ruang isolasi sehingga dapat selalu termonitor dari jarak jauh.

“Disamping itu seluruh ruang rawat dilengkapi dengan exhaust fan untuk lebih memproteksi para tenaga medis, lingkungan sekitar serta pasien yang dirawat. Besar harapan kami dengan dibangunnya Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira sebagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19 akan mampu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan juga meningkatkan kesiapan penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Danis.

Pada saat yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas selesainya pembangunan lanjutan gedung Arjuna dan Yudhistira RSA UGM.

“InsyaAllah pada hari Kamis (11/6/2020), setelah kita lakukan sterilisasi, maka gedung ini akan segera kita operasikan. Kehadiran RSA UGM menjadi sebuah kebanggaan sekaligus harapan bagi seluruh masyarakat DIY. RS yang berfungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu, selaras dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Panut.

Perlu di ketahui, Gedung Yudhistira dibangun setinggi 5 lantai dengan luas 4.177 meter persegi dimanfaatkan untuk fasilitas penyimpanan logistik di lantai 1, ruang Poliklinik Covid-19 di lantai 2, ruang rawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di lantai 3,4, dan 5 dengan kapasitas masing-masing 22, 24, dan 23 tempat tidur. Sementara Gedung Arjuna juga setinggi 5 lantai dengan luas 4.505 meter persegi untuk ruang ganti medis di lantai 2, ruang istirahat tenaga medis di lantai 3, ruang perawatan PDP dengan kapasitas 23 tempat tidur di lantai 4, dan ruang isolasi kritis dilengkapi negative pressure sebanyak 15 tempat tidur di lantai 5.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here