MenPANRB Dorong ASN Putus Rantai Radikalisme

0
448
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. FOTO: MENPANRB

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat radikalisme. Untuk itu, diperlukan cara dan inovasi untuk memerangi paham tersebut di tubuh ASN.

“Masalah kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah adanya paham radikalisme,” ungkap Tjahjo Kumolo dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Tahun 2020 secara virtual, pada Kamis 11 Juni 2020.

Menurutnya, setiap lulusan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat I dituntut untuk memiliki inovasi melalui proyek perubahan. Proyek perubahan terkait penanganan radikalisme dinilai diperluas dan beradaptasi menggunakan platform digital.

Salah satu proyek perubahan yang ditawarkan adalah dengan melakukan pembangunan aplikasi ‘ASN No Radikal’. Aplikasi ini sebagai optimalisasi portal aduanasn.id mulai tingkat pusat sampai tingkat daerah.

Tjahjo menekankan bahwa integrasi sistem adalah hal yang patut diperhatikan dalam membangun aplikasi ini.

“Yang perlu menjadi perhatian kedepannya adalah integrasi sistem dan data aplikasi dari kedua sistem, baik yang akan dibangun sehingga tidak terjadi silo-system dalam penanganan radikalisme,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto juga menyampaikan bahwa dalam pengembangannya, aplikasi ini memerlukan untuk menggandeng dan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi perwujudan dari pemerintah yang terbuka dan menjadi pembelajaran untuk mengesampingkan ego sektoral untuk menjadikan produk bersama yang nantinya bisa dirasakan manfaatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here