Kunjungi Tasikmalaya, Kepala Bappenas Bahas Dashboard Monogram Desa dengan Pemda

0
743
Kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: BAPPENAS

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan pertemuan dengan Walikota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, dan Bupati Garut di Kantor Walikota Tasikmalaya untuk membahas perencanaan kawasan kumuh dan juga perencanaan dashboard monogram desa.

Sejauh ini Kota Tasikmalaya tengah melaksanakan program pengurangan wilayah kumuh sejak tahun 2017. Pembenahan pada wilayah kumuh yang sudah dilakukan dari 197,51 hektare di tahun 2017, saat ini sudah mencapai 270,74 hektare. Sisa luas wilayah kumuh di Kota Tasikmalaya sebesar 5.43 di Kawasan Cipanyir (Cipedes – Panyingkiran) dan akan diselesaikan pada tahun 2020.

Pandemi Covid-19 kali ini menurut Pemda juga berdampak pada bertambahnya angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini tercatat sebanyak 54.000 orang. Pemda telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengatasi pengangguran dan mengurangi jumlahnya. Program yang telah dipersiapkan yakni pelatihan kerja melalui mobile training, pemberian kerja sementara melalui pola padat karya, pemberian modal usaha, pembentukan Kube Mart, program magang di perusahaan untuk wirausaha baru, dan revitalisasi balai pelatihan kerja.

Suharso menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh pemda. Hal ini menurut Suharso berkaitan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menghimbau agar program pemulihan ekonomi segera dieksekusi dengan cepat dan tepat.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi,” jelas Presiden beberapa waktu lalu

Suharso kemudian menjabarkan mengenai perencanaan pembuatan dashboard monogram. Dashboard ini adalah Digitalisasi Monografi Desa antara lain untuk mengetahui siapa-siapa saja yang bisa mendapatkan bantuan sosial.

“Dashboard tersebut berbentuk Digitalisasi Monografi Desa, tujuannya antara lain agar dapat mengetahui siapa saja yang eligible untuk bantuan sosial, dan siapa saja yang naik kelas dalam mengurangi pengangguran,” ungkap Suharso dalam keterangannya, Sabtu 20 Juni 2020.

Dashboard monogram desa ini masih dalam tahap perencanaan dan kajian. Diharapkan nantinya, dashboard ini bisa menjadi sarana untuk melihat kondisi daerah-daerah yang ada di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here