Kemendes PDTT Siapkan Protokol Normal Baru untuk Masyarakat Desa

0
452
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (kemendes PDTT) saat ini tengah menyusun protokol New Normal Desa. Secara konseptual, protokol ini merupakan pelaksanaan seluruh protokol yang dikeluarkan oleh kementerian dan lembaga yang lebih ditekankan dan disesuaikan dengan adat istiadat yang berlaku di desa.

“Ini sejalan dengan garis yang selalu saya sampaikan dalam proses pembangunan desa harus selalu bertumpu pada akar budaya, itulah makanya dalam perencanaan pembangunan desa dengan menggunakan Dana Desa harus senantiasa bertumpu pada akar budaya warga masyarakat desa,” ungkap Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam keterangannya, Senin 22 Juni 2020.

Ia mencontohkan protokol yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan diadopsi sesuai dengan kebutuhan desa. Begitu juga protokol pelayanan publik yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri diadopsi untuk menjadi protokol New Normal Pelayanan Publik di desa.

“Begitu juga dengan protokol peribadatan yang dikeluarkan oleh Kemenag (Kementerian Agama) diadopsi sesuai dengan kepentingan masyarakat desa,” jelas Abdul Halim.

Menurutnya, konsep New Normal dibawa ke situasi yang lebih dalam lagi, dimana New Normal disesuaikan dalam konteks desa. New Normal ini bukan hanya perubahan prilaku sesaat untuk kepentingan pencegahan Covid-19, tetap perubahan paradigma berpikir, perubahan sikap warga desa untuk menapaki kehidupan yang akan datang, utamanya dalam konteks kesehatan dan ekonomi.

“Kita harus jujur mengakui warga desa selama ini, masih kurang. Itulah makanya momentum New Normal ini, kita lakukan inovasi agar prilaku hidup sehat, tidak hanya terkait pencegahan penularan Covid-19, tetapi pada giliran akan menjadi gaya hidup warga desa,” terang Abdul Halim.

Untuk itu, salah satu kebijakan Kemendes PDTT dalam penanganan Covid-19 adalah pengunaan dana desa untuk Desa Tanggap Covid-19 adalah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang tugasnya lakukan edukasi dan sosialisasi serta kegiatan pencegahan terkait Covid-19.

“termasuk menyiapkan ruang isolasi yang dikelola oleh desa menggunakan Dana Desa,” kata Abdul Halim.

Abdul Halim mengungkapkan jika desa hanya boleh menangani orang dalam pemantauan (ODP). Dalam konteks ODP Desa jauh lebih tinggi dalam tingkat nasional. Ada hampir 200.000 ODP yang ditangani oleh Desa.

“Hasil evaluasi Kemendes PDTT, data menunjukkan dalam konteks penanganan Covid-19 di desa cukup efektif dan warga desa sudah paham yang harus dilakukan terkait Covid-19,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here