Penuhi Kebutuhan Nasional, Pemerintah Tingkatkan Produksi Alat Tes PCR Hingga 2 Juta per Bulan

0
470
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah tengah bersiap untuk meningkatkan produksi alat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendiagnosis Covid-19, dari sebelumnya produksi sebanyak 50 ribu per minggunya menjadi 2 juta per bulan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma.

“Polymerase chain reaction itu sebetulnya sudah bisa diproduksi mandiri di Indonesia. Kemarin saya berkunjung ke Bio Farma itu di sana sudah bisa memproduksi 50 ribu per minggu,” ungkap Muhadjir usai pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka pada Senin, 22 Juni 2020.

Dengan didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Muhadjir menjelaskan apabila kapasitas produksi tersebut ditingkatkan menjadi sebanyak 2 juta per bulan, maka kebutuhan akan alat tes PCR di dalam negeri dapat terpenuhi.

“Beliau (Presiden) sangat mendukung dan salah satu sarana yang akan kita gunakan itu adalah gedung yang dulu akan digunakan untuk laboratorium produksi vaksin flu burung. Itu nanti akan kita ubah menjadi gedung bangunan untuk memproduksi PCR,” jelasnya.

Muhadjir menambahkan nantinya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi Bio Farma, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Menteri Kesehatan akan berkoordinasi untuk dapat segera mewujudkan rencana tersebut.

Pihak Bio Farma akan menyiapkan desain konstruksi untuk fasilitas produksi tersebut, di mana Kementerian PUPR, lanjutnya, akan melakukan rekonstruksi gedung dimaksud berdasarkan desain tersebut.

“Bapak Presiden sudah menyetujui dan nanti akan segera diadakan koordinasi antara Kementerian BUMN yang membawahi Bio Farma dengan Menteri PUPR dan Menteri Kesehatan untuk bagaimana supaya PCR itu bisa betul-betul diproduksi di dalam negeri sehingga kita tidak terlalu tergantung dengan impor,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here