drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM: Merawat gigi di era new normal

0
246

Siapa bilang kalau perawatan gigi tak penting di era new normal? Perawatan gigi, tentu tetap harus dilakukan di era new normal. Seperti apakah perawatan gigi yang sehat di era new normal?

Menurut drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM, selama pandemi masih berlangsung, maka praktek dokter gigi adalah tempat yang risiko penularannya cukup tinggi. Oleh karena itu, Pengurus Besar PDGI pada bulan Maret lalu mengeluarkan surat edaran yang intinya meminta seluruh dokter gigi di Indonesia untuk fokus pada pelayanan kesehatan gigi darurat terlebih dahulu.

“Untuk kunjungan yang sifatnya check-up rutin, pembersihan karang gigi, atau hal-hal yang sifatnya bisa ditunda, disarankan untuk tidak berobat terlebih dahulu.” katanya.

Lalu bagaimana menjaga kesehatan gigi kita?

Menjawab hal ini, drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM mengatakan: “selama kita tidak bisa berobat ke dokter gigi, maka pastikan kita sikat gigi secara rutin, 2 kali sehari. Bila gusi mulai berdarah saat sikat gigi, bisa gunakan obat kumur setelah menyikat gigi,” demikian penjelasannya.

Tetapi, dalam hal ini drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM melarang penggunaan obat kumur secara berlebihan, apalagi yang mengandung alkohol. “Penggunaan obat kumur 1-2 kali sehari atau 1 kali tiap 2-3 hari sudah cukup, bagi yang memiliki banyak karang gigi, mengeluhkan mulut bau, atau merasa ada gigi yang berlubang atau sisa akar yang perlu dicabut,” katanya.

drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM juga katakan, bahwa hal lain yang bisa kita lakukan adalah membiasakan diri menggunakan dental floss atau benang gigi. “Terkadang ada makanan terselip di antara sela-sela gigi yang bahkan tidak hilang saat menyikat gigi. Cara terbaik untuk mengambilnya bukan dengan tusuk gigi, tetapi dengan benang gigi / flossing. Benang gigi bisa ditempatkan ke sela-sela gigi untuk mengambil sisa-sisa makanan yang tertahan. Benang gigi mudah diperoleh di apotek terdekat,” demikian penjelasannya.

Apabila ada nyeri gigi yang mulai mengganggu, drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM memberi saran agar mencoba konsultasi dulu dengan dokter gigi via telemedicine, dengan berbagai aplikasi yang tersedia. Apabila dengan telemedicine belum bisa teratasi, maka barulah perlu melakukan perjanjian untuk berobat ke dokter gigi.

Saat ini, kita tidak bisa datang langsung seperti dulu, tetapi harus melakukan perjanjian terlebih dahulu. Dokter gigi perlu memastikan ada jarak waktu di antara setiap pasien agar bisa dilakukan disinfeksi ruangan praktek secara memadai, demi keamanan bersama.

drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM juga mengingatkan, agar memastikan diri tidak demam/ batuk/ sakit kepala/ gejala Covid-19 lainnya dalam 14 hari terakhir, saat datang ke dokter gigi. Dan ketika berkunjung ke dokter gigi, gunakan masker, bawa hand sanitizer, dan lakukan sanitasi tangan setelah menyentuh apapun. Hindari sedapat mungkin menyentuh berbagai hal di ruang tunggu atau ruang praktik.

Perawatan saat sariawan di era new normal
 
Hal lain yang mungkin muncul adalah sariawan. Apabila sariawan tidak sembuh selama 2-3 minggu di 1 lokasi tertentu, dan mengeras, segera konsultasi dan berobat ke dokter gigi, bila memungkinkan ke spesialis penyakit mulut. Tetapi bila sariawan berpindah-pindah, maka bisa berkonsultasi dengan dokter gigi atau spesialis penyakit mulut melalui telemedicine. Bila sariawan dirasa sangat besar dan menimbulkan nyeri yang hebat, maka sudah perlu berobat ke dokter gigi/ spesialis penyakit mulut.

Apabila Anda sedang sariawan, hindari makanan pedas dan berbumbu yang menyebabkan sariawan terasa lebih perih.

Makanan sehat yang perlu dikonsumsi di era new normal

Mengenai makanan sehat, tentunya drg. Theodorus Hedwin Kadrianto, Sp.PM punya saran yang baik. “Makanan yang perlu dikonsumsi lebih banyak adalah buah dan sayuran. Secara khusus, sayuran bervariasi 5 warna (hijau, putih seperti kembang kol / sawi / toge, merah seperti tomat, oranye/kuning seperti wortel/labu, dan ungu seperti bit / terong) akan sangat baik karena kaya antioksidan, yang diperlukan untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. Selain untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, buah dan sayuran juga baik untuk kesehatan gigi. Makanan berbahan dasar susu seperti keju atau yoghurt baik untuk gigi.” katanya.

Sebaliknya, makanan yang merusak gigi dan berbahaya untuk kesehatan adalah makanan/minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti cokelat, es krim, minuman manis, soft drink, dll. Kadar gula yang tinggi selain mempermudah terjadinya gigi berlubang, juga melemahkan sistem imun, dan berpotensi membuat kadar gula darah tinggi dan meningkatkan risiko diabetes melitus.

Secara khusus, kadar gula pada soft drink atau berbagai minuman kemasan sangat tinggi dan bisa berkali-kali lipat dari jumlah normal yang dibutuhkan tubuh.

Apabila terpaksa mengkonsumsi makanan/minuman berkadar gula tinggi, pastikan kita berkumur air putih sesudahnya. Konsumsi teh manis tidak boleh terlalu lama, karena hal tersebut menyebabkan gigi kita terus menerus terkena gula dalam jangka waktu yang panjang. Durasi yang panjang dari makanan manis yang mengenai gigi kita lah yang membuat gigi kita lebih cepat berlubang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here