Kemenperin Buka Peluang Pasar Online Bagi Ekspor IKM Pangan

0
32
Ilustrasi e-Commerce. DOK: FREEPIK

(Vibizmedia-Nasional) Agar dapat melakukan terobosan dalam usahanya, Kementerian Perindustrian aktif memberikan pelatihan kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) melalui cara pemasaran online melalui marketplace.

“Dengan pemasaran online, pelaku IKM juga bisamenembus pasar global. Pelaku IKM juga perlu memanfaatkan peluang perdagangan business to business di platform online,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam keterangannya, Minggu 28 Juni 2020.

Menurutnya, salah satu langkah mendukung pemasaran IKM secara online yang dilakukan oleh Ditjen IKMA Kemenperin adalah dengan menyelenggarakan workshop webinar penetrasi pasar ekspor produk IKM Pangan Nusantara melalui Market Place Global.

“Kami terus berupaya mendukung dan meningkatkan kemampuan IKM dalam memasarkan produk-produk yang berorientasi ekspor sesuai dengan kebutuhan pasar dan kualitas yang diinginkan oleh buyer,” jelas Gati.

Gati mengungkapkan banyak komoditas di Indonesia yang ternyata malah dipasok dari negara lain, seperti Vietnam dan Thailand. Beberapa komoditas tersebut antara lain aneka tepung (tepung tapioka, tepung sagu), aneka buah kering (mangga, nangka, buah naga, pepaya), keripik buah (nangka, pisang, singkong), gula (gula merah, gula palma, gula batu), kopi, teh, bubuk kelor, olahan kelapa (bubuk kelapa, VCO) dan rempah (bubuk lada, bubuk kayu manis).

“Dengan adanya workshop webinar ini, kami dapat menjaring peserta dari seluruh Nusantara dengan komoditas antara lain gula semut, lada bubuk, rempah olahan, VCO, tepung mocaf, tepung tapioka, tepung sagu, banana chips, dan aneka olahan buah,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Ditjen IKMA, jumlah sektor IKM pangan mencapai 1,6 juta unit usaha atau 35,39% dari unit usaha IKM keseluruhan sebanyak 4,52 juta dengan total penyerapan tenaga kerja hingga 11 juta orang. Mengacu data tersebut, dapat dilihat peran IKM pangan dalam pengembangan industri nasional sangat penting.

“Indonesia harus dapat memanfaatkan situasi ini sebagai peluang terutama untuk IKM pangan. Untuk dapat bersaing, faktor penting yang harus diperhatikan oleh industri pangan adalah keamanan dan mutu pangan selain itu penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, dan pengembangan produk menyesuaikan dengan permintaan pasar,” terang Gati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here