Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Petakan Zona Risiko Baru di Tingkat Kabupaten/Kota

0
139
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito. FOTO: Humas BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemetaan zona yang dideskripsikan dengan warna hijau, kuning, oranye dan merah. Diperbaharui kembali oleh Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) berdasarkan data pemetaan zona risiko daerah administrasi di tingkat kabupaten dan kota per 28 Juni 2020.

Dalam deskripsi tersebut menggambarkan bahwa warna hijau berarti suatu wilayah administrasi yang tidak terdampak atau tidak ada kasus baru. Kuning merujuk pada wilayah dengan risiko rendah, oranye untuk risiko sedang dan merah untuk risiko tinggi.

“Pada saat ini ada 53 kabupaten-kota dengan risiko kenaikan kasus tinggi, 177 kabupaten-kota dengan risiko sedang, 185 kabupaten-kota dengan risiko rendah serta ada 99 kabupaten-kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru,” jelas Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.

Prof. Wiku juga mengungkapkan peta zonasi risiko Covid-19 mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, perubahan peta zonasi risiko rendah dan tidak terdampak per 11 Mei 2020 sebanyak 46.70%, per 7 Juni 2020 terjadi penurunan menjadi 44.36%, lalu per 14 Juni 2020 terjadi peningkatan menjadi 52.53%, per 21 Juni 2020 meningkat menjadi 58.37% dan per 28 Juni 2020 kembali terjadi penurunan menjadi 55.44%.

Menurutnya, ini menandakan bahwa dinamika perubahan zona risiko sering terjadi dari waktu ke waktu. Prof. Wiku menegaskan kepada pemerintah daerah (pemda) harus tetap memantau dan memastikan protokol kesehatan dengan ketat agar kasusnya tidak meningkat.

“Adanya dinamika perubahan zona risiko dari waktu ke waktu, pemerintah daerah kabupaten/kota harus tetap memantau dan memastikan protokol kesehatan dengan ketat agar kasusnya tidak meningkat bahkan harusnya menurun,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya menganjurkan pengawasan ketat oleh pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan zona risiko tidak terdampak dan zona risiko rendah serta menekan jumlah kasus di daerah zona risiko tinggi dan sedang sehingga secara nasional perubahnnya makin lama makin membaik.

Berdasarkan perubahan zonasi risiko Covid-19 per kabupaten dan kota, berikut data-datanya:

1. Risiko tinggi ke risiko sedang sebanyak 19 kabupaten/kota

2. Risiko sedang ke risiko tinggi sebanyak 14 kabupaten/kota

3. Risiko sedang ke risiko rendah sebanyak 31 kabupaten/kota

4. Risiko rendah ke risiko tinggi sebanyak 1 kabupaten/kota

5. Risiko rendah ke risiko sedang sebanyak 37 kabupaten/kota

6. Risiko rendah ke tidak ada kasus baru sebanyak 7 kabupaten/kota

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here