Kemendag: Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Pangan Olahan di Pasar Global

0
81
Ilustrasi pasar ikan. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|FANYA

(Vibizmedia-Nasional) Untuk menggenjot salah satu komoditas ekspor utama, yaitu produk makanan dan minuman di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan menggerahkan berbagai upaya untuk menyasar pasar Jepang dan Amerika Serikat, kini giliran kawasan Afrika Utara.

“Kawasan Afrika Utara, khususnya Mesir, merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk pangan olahan dari Indonesia. Melalui webinar ini, diharapkan akses pasar produk pangan ke Mesir dapat dimanfaatkan dengan optimal,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan dalam Webinar bertema “Akses Pasar Produk Pangan Indonesia ke Pasar Mesir di Era Pandemi Covid-19”, pada Kamis 2 Juli 2020.

Menurut Kasan, Indonesia, berpeluang besar meningkatkan ekspor pangan olahan di pasar global.

“Saat ini, kita melihat peluang makanan olahan menjadi alternatif pilihan yang dicari masyarakat karena dapat disimpan lebih lama dibandingkan pangan segar. Selain itu, masyarakat cenderung lebih memilih masak di rumah dan menyukai produk-produk yang bernutrisi, memenuhi keamanan pangan dan terjaga higienitasnya,”jelasnya.

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perdagangan global, antara lain terjadinya perubahan pola perdagangan global, peningkatan biaya logistik, kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif, dan adanya ancaman resesi ekonomi global.

Sedangkan, dampaknya bagi perdagangan nasional, yaitu meningkatkan potensi inflasi barang pokok dan penting akibat terganggunya logistik dan distribusi, terhambatnya aktivitas perdagangan antarpulau, terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat, serta melemahnya daya beli masyarakat.

Kasan juga menyampaikan di tengah pandemi Covid-19, pemerintah menyusun beberapa strategi guna meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia di pasar global.

Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor unggulan. Ada lima produk ekspor makanan olahan Indonesia terbesar ke Mesir pada 2019, yaitu saus, bumbu, dan rempah; olahan ikan, tuna; sugar confectionary yang tidak mengandung kakao, olahan ikan, sarden; serta makanan.

Selain itu, produk makanan olahan Indonesia yang potensial di Mesir yaitu produk perikanan, food preparations, kopi, cokelat, biskuit dan makanan ringan. Kedua, meningkatkan penetrasi pasar dengan melakukan penyelesaian perundingan dan hambatan perdagangan, serta penguatan promosi dagang dan branding.

Peningkatan penetrasi pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, penjajakan kesepakatan dagang virtual, serta pendampingan ekspor selama pandemi. Ketiga, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Keempat, melakukan relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor.

“Kami terus berupaya untuk selalu memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan perdagangan. Berbagai potensi pasar harus terus digali agar ekspor produk Indonesia, khususnya pangan olahan, dapat terus meningkat,” jelas Kasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here