Presiden Minta Program Perlindungan Gambut dan Rehabilitas Hutan Terus Dilanjutkan

0
96
Presiden Joko Widodo. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa berdasarkan konferensi perubahan iklim yang sudah diratifikasi, Indonesia memiliki target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030.

Menurutnya, Indonesia punya kewajiban untuk penurunan emisi karbon di sektor kehutanan sebesar 17,2 persen, sektor energi 11 persen, limbah 0,32 persen, sektor pertanian 0,13 persen, dan sektor industri serta transportasi 0,11 persen.

“Kita harus memastikan pengaturan karbon ini betul-betul punya dampak signifikan bagi penurunan GRK sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030,” ungkap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas kelanjutan kerjasama penurunan emisi GRK Indonesia – Norwegia, di Istana Merdeka, Senin, 6 Juli 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta program pemulihan lingkungan seperti perlindungan gambut dan percepatan rehabilitas hutan dan lahan terus dilanjutkan. Ia juga mengingatkan jajarannya agar terus mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Terlebih di saat mulai memasuki musim panas.

Presiden mengungkapkan upaya lain seperti perlindungan biodiversity yang sudah melekat sebagai upaya perlindungan hutan dan pemulihan habitat harus dipastikan betul-betul berjalan di lapangan.

“Juga pengembangan biodiesel B30, B50, dan akan ke B100, pengembangan energi surya, energi angin, saya kira kita sudah mulai ini dan agar terus dilanjutkan,” jelas Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here