Menko PMK: Momentum Pandemi, Dimanfaatkan untuk Menyempurnakan Semua Sektor

0
79
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang juga selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muhadjir Effendy. FOTO: KEMENKO PMK

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas (GT) Penanganan Covid-19 mengungkapkan minimnnya fasilitas-fasilitas kesehatan khususnya dalam penanganan Covid-19 di Merauke.

Untuk itu, Muhadjir meminta seluruh kekurangan akan segera ditindak lanjuti untuk dipenuhi, dan kebutuhan yang diperlukan akan diinventarisir oleh Menteri Kesehatan dan Ketua Gugus Tugas Nasional. Menurut dia, apabila fasilitas kesehatan di Merauke dapat diperkuat, maka jalan menuju reformasi kesehatan semakin terlihat.

“Kalau itu (fasilitas kesehatan) sudah bisa dipenuhi, rencana untuk reformasi di bidang kesehatan nasional bisa segera terwujud,” ungkap Muhadjir dalam rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Merauke, Ketua DPRD Merauke, Pangdam Cendrawasih, Danlantamal Merauke, dan jajaran pemda Merauke, Rabu 8 Juli 2020.

Momentum pandemi Covid-19, harus dimanfaatkan, untuk menyempurnakan semua sektor kehidupan. Muhadjir menegaskan tidak hanya sektor kesehatan, tapi juga sektor kesejahteraan sosial juga perlu disempurnakan. Termasuk penyempurnaan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi.

Penyaluran bansos di seluruh Papua sudah baik. Seluruh skema mulai dari, BLT Desa, BPNT, dan PKH sudah dilakukan dengan baik, lanjutnya, namun diketahui penyaluran masih minim. Maka dari itu, ia mengatakan perlu kerja keras untuk segera mempercepat penyalurannya.

“Saya lihat laporannya ada PKH, BPNT BLT dana desa sudah dilaksanakan dengan baik. Untuk wilayah Papua itu setahu saya berbagai macam skema bantuan itu, per 2 Juli kemarin saya lihat masih di bawah 40 persen. Ini memang harus kerja keras agar bantuan-bantuan bisa disampaikan,” katanya.

Meskipun penanggulangan Covid-19 di Merauke sudah sangat baik, Muhadjir meminta kepada seluruh aparat pemerintah daerah Merauke tidak lengah. Terutama dalam menegakkan protokol kesehatan di tempat umum, misalnya sekolah-sekolah sudah diperbolehkan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka, dan penerapan di pasar tradisional. Kata Menko Muhadjir, protokol kesehatan harus betul-betul diperhatikan dan diterapkan dengan ketat.

“Jangan sampai sekolah nanti menjadi cluster. Kalau sekolah menjadi cluster covid itu beritanya itu bukan hanya di Indonesia, tapi mendunia. Saya juga minta pada Pak Wabup, pasar tradisional juga mohon diperhatikan betul, karena kluster baru umumnya di pasar tradisional,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here