Gugus Tugas Nasional: Ruangan AC, Potensi Terjadinya Penularan Covid-19

0
107
Ilustrasi ruangan ber-AC. FOTO: FREEPIK

(Vibizmedia-Nasional) Gugus Tugas Nasional mengungkapkan penularan Covid-19 selain melalui percikan droplet, juga dapat terjadi melalui transmisi udara atau airborne transmission.

Transmisi melalui udara tersebut, sampai dengan saat ini masih terus dikaji seiring perkembangan pemahaman pada virus tersebut oleh para ahli.

“Ini (Covid-19) biasanya dalam setting ruangan tertutup, misalnya bis, ruangan yang memiliki Air Conditioner (AC), pusat perdagangan, perkantoran, dan restoran yang memiliki ventilasi buatan atau ber-AC,” jelas Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional I Gusti Ngurah Kade Mahardika saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jumat 10 Juli 2020.

Sejalan dengan Mahardika, Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional Budiman Bela menambahkan bahwa selain tempat yang tertutup, udara dingin pada ruang tertutup meningkatkan potensi terjadinya penularan Covid-19.

Namun, jika orang-orang yang ada di ruang tertutup itu menggunakan masker dan menjaga jarak, maka potensi aktivitas transmisi virus akan jauh lebih rendah.

“Tempat tertutup itu berpotensi menular juga, apalagi kalau kondisi udara dingin. Tetapi jika kita menggunakan masker dan menjaga jarak, kemungkinan untuk menular itu jauh lebih kecil,” jelas Budiman.

Selanjutnya, Budiman menjelaskan penggunaan masker dan jaga jarak akan menghambat terjadinya transmisi virus melalui udara. Hal ini dikarenakan masker dapat menampung virus yang keluar ketika seseorang berbicara, bernyanyi, batuk, dan bersin dari hidung atau mulut sehingga virus yang keluar tidak akan bertransmisi.

“Semua aktivitas mengeluarkan virus ketika kita berbicara, bernyanyi, batuk dan bersin. Namun virus itu (Covid-19) akan tertampung oleh masker kalau kita menggunakan masker,” ungkapnya.

Budiman juga menekankan bahwa pencegahan terjadinya transmisi Covid-19 melalui udara adalah dengan tetap menggunakan masker seperti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kalau ditanya pencegahannya, tetaplah gunakan masker,” tegas Budiman.

Selain penggunaan masker, penerapan protokol kesehatan dengan physical distancing atau jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta tidak menyentuh wajah sebelum melakukan cuci tangan juga penting untuk dilakukan.

Untuk itu, Mahardika meminta agar tidak hanya bagi masyarakat, penyedia jasa atau pengelola usaha harus memperhatikan ventilasi yang ada pada ruangan, guna mencegah terjadinya transmisi Covid-19 melalui udara. Ia merekomendasikan untuk menggunakan usaha ventilasi alami seperti membuka jendela dan pintu.

“Gunakan yang sederhana, seperti ventilasi alami dengan membuka jendela dan pintu sehingga dengan ventilasi yang terbuka dapat melarutkan virus tersebut dan potensi terpapar pada individu akan jauh lebih sedikit,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here