Protokol Kesehatan Kunci Suksesnya Pilkada Desember 2020

0
336
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberi arahan dalam acara Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Di Provinsi Papua yang digelar di Swissbell Hotel Jayapura, Papua, Jumat 10 Juli 2020. FOTO: KEMENDAGRI

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak untuk kepala daerah menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada bulan Desember 2020 mendatang. Para kepala daerah tersebut diajak untuk membuat gerakan bagi masker secara masif.

“Penggunaan masker sangat-sangat penting sekali, kalau ada pemilih yang positif petugasnya jangan ambil resiko. gunakan baju astronot itu, supaya tidak tembus sama sekali, gunakan masker kalau bisa N95 kalau tidak ada surgical mask tapi harus sama face shield,” ungkap Tito saat memberi arahan dalam acara Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Di Provinsi Papua yang digelar di Swissbell Hotel Jayapura, Papua, Jumat 10 Juli 2020.

Menurut Tito, protokol kesehatan jadi kunci dalam menyukseskan Pilkada di tengah pandemi. Karena itu, sangat penting bagi jajaran KPU (Komisi Pemilihan Umum) memberi arahan-arahan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nanti tentang pentingnya penggunaan masker.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar penggunaan masker jangan sekedar disosialisasikan. Tapi diimplementasikan melalui sosialisasi yang melibatkan banyak pihak, seperti di Papua misalnya, sosialisasi bisa dilakukan lewat jalur adat, jalur ormas dan jalur struktur pemerintahan.

“Semua harus bergerak agar rakyatnya pakai masker, tapi kita bertahap sosialisasi. Bahkan ada daerah yang membuat Perda dengan sanksi, tapi jangan sanksi pidana kurungan, denda boleh, denda sosial. Kemarin saya ke Gowa, bupatinya itu betul-betul serius sekali. Beliau buat gerakan sejuta masker,” terangnya.

Gerakan bagi satu juta masker seperti yang dilakukan Bupati Gowa, lanjutnya, bisa diikuti oleh para kepala daerah di Papua. Bagikan masker ke masyarakat sebanyak jumlah populasi penduduknya. Mendagri berjanji, bila ada yang menginisiasi itu dirinya bakal datang langsung melaunching gerakan bagi masker.

“Saya bersedia untuk datang untuk launching di sini, meskipun ada yang bilang wah bagus ini bisa menaikan ini, saya tidak peduli itunya, yang saya pedulikan bagaimana membuat masker itu betul-betul jadi gerakan massif. Karena itu akan menekan penyebaran covid, dan juga sabun cuci tangan. Sebab ada yang tidak paham, cuci tangan dengan sabun secara rutin, tidak, yang mematikan itu bukan airnya tapi pelarut lemaknya. Setiap saat ketika memegang benda yang asing yang dipegang orang lain, cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir,” katanya.

Tito mengatakan new normal life ini bukan hanya berlaku pada kehidupan ekonomi. Tapi juga berlaku dalam kehidupan politik. Maka Pilkada tahun ini harus diikuti protokol kesehatan, yaitu salah satunya wajib menggunakan masker.

“Penggunaan masker untuk penyelenggara, pengawas, maupun nanti pemilih pada saat pemungutan suara. Juga wajib menyiapkan untuk mencuci tangan pada saat pemilihanan nanti menggunakan sabun. Ada tempat cuci tangan dengan sabun, yang lain menggunakan hand sanitizer. Wajib mengantongi hand sanitizer. Maka KPU harus buat itu peraturan itu. Kalau masih kurang revisi. Kemudian, jaga jarak wajib. Pada saat di TPS semua harus dibuat untuk jaga jaraknya,” tegasnya.

Kerumunan sosial, tambahnya, tidak boleh terjadi. Maka pada tahap-tahap seperti pendaftaran yang biasanya bawa rombongan besar, dan berkonvoi, jangan lagi dilakukan. Tidak boleh ada konvoi pada saat pendaftaran. Harus dibatasi, hanya pendaftar saja dan beberapa orang timnya yang jumlahnya terbatas.

“Kemudian pada saat kampanye, tidak boleh ada kampanye akbar. Kampanye kalau di ruangan saya sudah sampaikan maksimal 50 orang dan tidak boleh ada konvoi di luar, dan ramai-ramai di luar. Pertemuan 50 orang dalam jaga jarak,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here