Kembangkan Pusat Produk Khas Labuan Bajo, Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Puncak Waringin

0
98
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melanjutkan penataan Puncak Waringin tahap II berupa pembangunan pusat sovenir dan bangunan area tenun senilai Rp 18,2 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perencanaan terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki adalah infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Puncak Waringin menjadi salah satu kawasan yang ditata menjadi pusat kegiatan perbelanjaan berbagai produk khas dan tradisional di Labuan Bajo. Dengan keberadaan sentra souvenir tersebut, masyarakat dapat menjual barang-barang dan kerajinan setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.

Basuki mengatakan penataan kawasan pusat cendera mata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni.

“Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu refining. Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II,” jelas Basuki.

Pada tahun ini, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin tahap II dengan lingkup kegiatan berupa pembangunan pusat sovenir, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang ganset, taman dan amphiteater, area parkir serta jalan setapak. Saat ini, pembangunan tahap II dengan nilai kontrak sebesar Rp18,2 miliar progresnya telah mencapai 20,01 % dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020.

Perlu di ketahui, sebelumnya pada 1 Agustus – 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap I dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cendera mata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here