Disiplin Protokol Kesehatan, Kemenparekraf: Kunci Kebangkitan Sektor Pariwisata

0
441
Ilustrasi protokol kesehatan di sektor pariwisata. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi kunci bagi kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia.

Tenaga Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf Arief Budiman mengatakan protokol ini perlu diterapkan sebagai upaya perlindungan terhadap wisatawan dan pelaku wisata. “Nyawa, keselamatan, kesehatan, bagi para pelaku dan konsumen adalah hal yang paling penting,” ungkap Arief dalam keterangannya, Rabu 15 Juli 2020.

Protokol kesehatan ini, lanjutnya, harus diterapkan dan dipatuhi sebagai upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Menurut Arief, peningkatan kepercayaan publik dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, ia mengajak dan mendorong para wisatawan dan pelaku wisata untuk mematuhi serta menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dalam rangka memasuki era kebiasaan baru.

Pemaparan Arief disetujui oleh anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang turut hadir dalam webinar ini. Menurut Ferdiansyah, faktor keamanan dan keselamatan kesehatan kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah destinasi wisata.

“Selain daya tarik wisata, hal yang paling utama yang menjadi pertimbangan bagi wisatawan adalah keamanan dan kesehatan dalam berwisata. Tentunya kebersihan lingkungan dan budaya bersih adalah hal yang utama harus tersedia dalam suatu wilayah pariwisata,” jelas Ferdiansyah.

Sedangkan, Quality Control Medical Manager Alodokter dr. Ayu Munawaroh menuturkan bahwa sektor pariwisata memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap penyebaran Covid-19. Sehingga, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta wisatawan perlu menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah disusun Pemerintah.

“Untuk industri pariwisata ternyata risikonya medium, karena pasti ada kontak dekat dengan banyak orang dan sulit menerapkan physical distancing. Untuk itu, mari kita patuhi upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun/hand sanitizer, kenakan masker, terapkan etika batuk, menerapkan physical distancing, jaga kesehatan, dan jangan bekerja saat sakit,” kata Ayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here