Pasca Pandemi, Mendes PDTT: Bangkitnya Perekonomian Indonesia Mulai dari Desa

0
381
Ilustrasi rice milling dikelola BUMDES. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Pasca tatanan hidup baru, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar optimis bangkitnya perekonomian di Indonesia akan dimulai dari desa.

“Pondasi perekonomian di Indonesia yang kuat salah satunya ada di desa,” ungkap Abdul Halim dalam keterangannya, Kamis 23 Juli 2020.
Menurutnya, salah satu daerah yang desanya terus bertahan ditengah pandemi adalah di Bali. Di Bali terdapat 577 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan 3 BUMDes bersama yang terus bertransaksi saat pandemi.

“Unit usahanya bermacam-macam. Ada usaha simpan pinjam, pasar desa, perdagangan umum, pengelolaan air, jasa hingga pengelolaan sampah,” jelas Abdul Halim.

Selain itu, Abdul Halim mengatakan desa-desa di Bali juga telah menjalankan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebagai penopang dalam mempertahankan perekonomiannya.

Adapun dalam PKTD di Bali telah melibatkan sebanyak 9.684 warga dan telah menyalurkan BLT Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 72.743 KPM yang tersebar di 636 desa.

“Kebijakan pemerintah dan komitmen para kepala desa di bali telah menjadi jalan kebangkitan ekonomi di desa-desa yang ada di Bali,” terangnya.

Untuk itu, agar seluruh desa-desa yang tersebar di 74.953 desa terus mempertahankan perekonomiannya, pemerintah pusat dengan kebijakannya terus menyalurkan BLT Dana Desa hingga Desember 2020 senilai Rp300 ribu per KPM setiap bulannya sebagai penopang dalam mempertahankan perekonomian.

“Kedepan, kita akan bangkit menumbuhkan ekonomi serta SDM berdaya saing tinggi dengan digitalisasi, baik pada BUMDes maupun wisata desa serta konektivitas potensi ekonomi desa lainnya yang tentunya dengan tetap mematuhi adaptasi kebiasaan baru desa,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here