Implementasi Teknologi 4.0 di Industri Mamin, Efisiensi Hingga 15%

0
333
Ilustrasi industri makanan dan minuman. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Menerapkan teknologi industri 4.0 di sektor makanan dan minuman (mamin) mulai dari tahap desain produk hingga distribusi, menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Perindustrian untuk mendorong peningkatan daya saing dan produktivitas industri mamin nasional, sehingga mampu berkompetisi di tingkat global.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan bahwa upaya tersebut diproyeksikan akan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor industri mamin antara 10 hingga 15 persen.

Implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur, menurutnya, dapat menghemat biaya operasional.

“Ini penting karena dengan teknologi industri 4.0, pelaku industri dapat melakukan estimasi kapan waktu yang tepat untuk memperbaiki atau merevitalisasi peralatan produksi yang mereka miliki, sekaligus dapat mencegah kerusakan alat produksi yang berdampak pada proses produksi,” jelas Abdul Rochim dalam keterangannya, Senin 27 Juli 2020.

Selain itu, teknologi industri 4.0 juga dinilai berperan penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19.

“Implementasi teknologi industri 4.0 dapat menjadi solusi ketika pabrik belum dapat sepenuhnya beroperasi secara normal. Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25 persen,” katanya.

Pemerintah telah mencanangkan percepatan penerapan teknologi industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, dengan industri mamin sebagai salah satu sektor prioritas yang dipacu pengembangannya. Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan pada 2018 oleh Presiden Joko Widodo merupakan arah dan strategi bagi percepatan penerapan industri 4.0 di tanah air.

Rochim mengungkapkan, saat ini penggunaan teknologi industri 4.0 di sektor mamin sudah cukup baik. Selanjutnya, Kementerian Perindustrian akan terus mendorong agar implementasi teknologi industri 4.0 dapat lebih ditingkatkan, sehingga sektor mamin dapat lebih optimal pertumbuhannya dan menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

“Hingga kini, umumnya perusahaan menggunakan teknologi industri 4.0 untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kegiatan operasionalnya dan ini sudah cukup baik. Kami terus mendorong optimalisasi penggunaan teknologi industri 4.0 ini untuk membantu industri dalam meningkatkan produksi maupun kualitas produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Industri mamin menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Peran penting sektor strategis ini terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signfikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas.

Pada triwulan I tahun 2020, sektor industri mamin memberikan kontribusi sebesar 36,4% terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9%.

“Diharapkan melalui implementasi industri 4.0, pertumbuhan sektor mamin dan kontribusinya terhadap PDB dapat terus meningkat,” ucap Rochim.

Perlu di ketahui, sepanjang semester I tahun 2020, industri mamin memberikan devisa yang paling besar melalui capaian nilai ekspornya hingga USD13,73 miliar. Apalagi, industri mamin juga sebagai sektor usaha yang mendominasi di tanah air, terutama industri kecil menengah (IKM). Hal ini yang menjadi tumpuan bagi berputarnya roda ekonomi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here