Kemendikbud Alokasikan Rp 4,1 Triliun untuk KIP Kuliah bagi 886 Ribu Mahasiswa

0
366
Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah. DOK: KEMENDIKBUD

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan Rp4,1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 untuk kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan disalurkan melalui tiga skema KIP Kuliah.

Skema pertama sebesar Rp1 triliun dialokasikan untuk bantuan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa. Skema ini ditargetkan menyasar 419.000 mahasiswa dengan perluasan penerima manfaat tidak hanya mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), namun juga menyasar mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS), jelas Nizam dalam keterangannya, pada Senin, 3 Agustus 2020.

Skema kedua sebesar Rp1,3 triliun dialokasikan untuk beasiswa KIP Kuliah Tahun 2020 untuk mahasiswa baru semester 1 tahun 2020. Skema dua ini ditargetkan menyasar 200.000 mahasiswa.

Lalu, skema tiga sebesar Rp1,8 triliun dialokasikan untuk beasiswa Bidikmisi on going dan afirmasi perguruan tinggi. Skema tiga ini menyasar 267.000 mahasiswa.

Untuk itu, pihaknya mendorong dan mengajak masyarakat untuk saling peduli, bergotong-royong untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena ketiadaan biaya.

Nizam berharap dengan adanya program KIP Kuliah, mahasiswa dapat melanjutkan perkuliahan dan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena ketiadaan biaya kuliah.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf menjelaskan bahwa #temanKIP merupakan program kerja sosial bersifat kerelawanan untuk memastikan manfaat KIP Kuliah sampai kepada mahasiswa yang berhak. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam afirmasi perluasan akses pendidikan tinggi untuk masyarakat Indonesia.

Terkait teknis pelaksanaan #temanKIP, Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa #temanKIP akan mendelegasikan koordinator di setiap kampus dan wilayah dari unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan dan pengaduan terkait KIP-Kuliah. “Kami juga akan bersinergi dengan Rektorat setiap perguruan tinggi penyelenggara KIP Kuliah,” jelas Aminuddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here