Program Restrukturisasi Kredit Hingga 20 Juli 2020 Sasar 6,73 Juta Nasabah Senilai Rp 784,36 Triliun

0
165
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Sampai dengan 20 Juli 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa program restrukturisasi kredit telah menyasar kepada 6,73 juta nasabah perbankan dengan nilai Rp784,36 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan bahwa restrukturisasi kredit tersebut disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan non-UMKM.

“Per 20 Juli, proses kredit yang direstrukturisasi mencapai 6,73 juta nasabah individu maupun perusahaan. Dengan rincian UMKM Rp330,27 triliun untuk 5,38 juta nasabah, dan non-UMKM Rp454,09 triliun dengan 1,34 juta nasabah,” ungkap Wimboh dalam keterangannya, Selasa 4 Agustus 2020.

Wimboh mengatakan potensi penyaluran restrukturisasi dari 102 bank mampu mencapai Rp1.379,4 triliun yang disalurkan kepada 15,22 juta nasabah. Selanjutnya realisasi restrukturisasi di 183 perusahaan pembiayaan mencapai Rp151,01 triliun dengan jumlah kontrak 4,09 juta per 28 Juli 2020.

Peran restrukturisasi yang diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2020, menurutnya, sangat besar dalam menjaga kredit macet (Non Performing Loan/NPL). Pasalnya, angka NPL pada Juni 2020 masih terjaga di kisaran 3,1 persen meski ada peningkatan sejak Maret 2020.

“Tren NPL meningkat slightly, Maret 2020 sekitar 2,77 persen, April meningkat jadi 2,89 persen, Mei 3,01 persen, dan Juni sekitar 3,1 persen. Ini disebabkan karena nasabah yang terdampak tapi tidak dalam konteks restrukturisasi,” jelasnya.

Sampai dengan saat ini, total restrukturisasi telah mencapai 25-30 persen dari yang sebelumnya diperkirakan mencapai 40 persen dari jumlah kredit. Jumlah restrukturisasi pada Juni-Juli pun cenderung menurun karena telah melewati masa krisis pada April-Mei.

“Ini waktunya bagi bank untuk tumbuh dan bangkit kembali dengan memanfaatkan insentif yang diberi pemerintah,” tegas Wimboh.

Sebelumnya diberitakan, OJK berencana memperpanjang program restrukturisasi dalam POJK 11/2020. Keputusan bakal diumumkan pada akhir tahun, atau paling tidak pada Oktober 2020. Perpanjangan restrukturisasi dipertimbangkan karena OJK melihat sektor riil masih membutuhkan waktu untuk bangkit dan memulihkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here