Kementerian PUPR Bangun Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat Berkapasitas 55,90 Juta M3

0
455
Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk dengan kapasitas 55,90 juta meter kubik di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. FOTO: PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan upaya menambah jumlah tampungan air di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2020 telah memulai pembangunan Bendungan Tiu Suntuk dengan kapasitas 55,90 juta meter kubik di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Bendungan Tiu Suntuk merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.

Bendungan Tiu Suntuk dengan luas genangan 337 hektar ini, mampu menyuplai air untuk daerah irigasi seluas 1.743 hektare yang mencakup wilayah Kecamatan Taliwang dan Brang Ene di Kabupaten Sumbawa Barat. Kedua kecamatan dinilai memiliki lahan/areal pertanian cukup luas, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja karena kekurangan suplai air.

Keberadaan Bendungan Tiu Suntuk juga akan menambah pasokan air pada sistem irigasi Bendung Kalimantong I yang berada di wilayah hilir. Daerah irigasi Bendung Kalimantong I memiliki luas total 1.368 hektar, dimana 46 hektar nantinya berasal dari Bendungan Tiu Suntuk.

Pembangunan senilai Rp1,41 triliun tersebut, sampai dengan akhir Juli 2020 lalu, secara keseluruhan progres konstruksinya mencapai 7%, dengan masa pelaksanaan selama 1.415 hari kalender dan ditargetkan selesai Desember 2023.

Selain untuk irigasi, manfaat lain Bendungan Tiu Suntuk adalah sebagai infrastruktur pengendali banjir untuk wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Rea, khususnya Kecamatan Taliwang yang merupakan Ibu Kota dari Kabupaten Sumbawa Barat. Tampungan air dari bendungan ini dirancang dapat mereduksi banjir sebesar 426 meter kubik/detik. Selain itu, juga dapat memberikan manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 68 liter/detik untuk Kabupaten Sumbawa Barat dan potensi sebagai sumber tenaga listrik sebesar 0,81 MW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here