Presiden Jokowi Sampaikan 4 Poin Penting Pada Rumusan Kebijakan APBN 2021

0
110
Presiden Joko Widodo menyampaikan RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Gedung MPR, DPR, DPD RI, pada Jumat 14 Agustus 2020. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo menyampaikan RUU APBN 2021 dan nota keuangan di hadapan anggota parlemen, pada Jumat 14 Agustus 2020. Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan 4 poin penting yang akan diusung dalam merumuskan kebijakan penetapan APBN 2021.

“Pertama, mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19,” ungkap Jokowi dalam di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI.

Fokus kedua, menurutnya, adalah mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi. Lalu ketiga ialah mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital. Keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

Jokowi mengatakan karena akan banyak ketidakpastian, maka RAPBN harus bisa mengantisipasi hal tersebut terutama dalam rangka pemulihan ekonomi dunia, menghadapi volatilitas harga komoditas serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik.

“Juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan,” terangnya.

Upaya ini, lanjutnya, dilakukan agar Indonesia bisa fokus mempersiapkan diri menghadapi tahun 2021. Ketidakpastian global maupun domestik masih akan terjadi, sehingga program pemulihan ekonomi juga akan terus berlanjut.

“Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3 persen dari PDB masih diperlukan dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas dan kesinambungan fiskal,” ungkapnya.

Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan, seperti reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan.

“Dengan berpijak pada strategi tersebut, pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021 yaitu Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi,” ucap Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here