Wakatobi Rebound, Langkah Kemenparekraf Pulihkan Kepercayaan Masyarakat Melalui Program CHSE

0
128
Program Wakatobi Rebound untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru yang digelar di Pantai Wambuliga, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis 13 Agustus 2020. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai upaya percepatan pemulihan destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) menerapkan program cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Melalui program Wakatobi Rebound, Kemenparekaf ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru yang digelar di Pantai Wambuliga, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis 13 Agustus 2020.

Dinilai sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, Wakatobi punya daya tarik utama keindahan taman bawah laut yang sudah mendunia.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan efek program Wakatobi Rebound ini diharapkan memberikan dampak positif menyeluruh dan dipilih Pantai Wambuliga sebagai lokasi karena merupakan salah satu ikon pariwisata Wakatobi favorit wisatawan.

“Sinergi berbagai elemen pariwisata sangat mendukung berjalannya program ini. Kami memberikan dukungan berupa penyempurnaan fasilitas destinasi di Pantai Wambuliga.” kata Hari.

Kemenparekraf memberikan pendampingan program mulai dari persiapan hingga pembukaan kembali destinasi wisata di Wakatobi. Untuk menguatkan program Sapta Pesona dan revitalisasi amenitas, Kemenparekraf memberikan berbagai fasilitas diantaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan berupa wastafel, sapu pantai, tempat sampah, thermogun, disinfektan, pemasangan signage atau rambu Sapta Pesona, papan selamat datang, dan papan informasi.

Hari juga mengatakan program bersih-bersih destinasi menjadi hal yang sangat penting terlebih saat ini sudah memasuki era adaptasi kebiasaan baru dimana semua protokol kesehatan wajib terpenuhi.

“Seluruh elemen harus bersatu dalam memberikan jaminan kenyamanan menyeluruh. Unsur kebersihan, kesehatan, dan keamanan harus terpenuhi di destinasi” jelasnya.

Perlu di ketahui, aktivitas tersebut diikuti oleh 80 peserta para pelaku usaha parekraf. Partisipan yang ikut bergabung antara lain Sekda Kabupaten Wakatobi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Pengelola Daya Tarik Wisata, Perwakilan Kapolres Wakatobi, Perwira Penghubung Kodim 1413 Buton, Komandan Pos TNI AL Kabupaten Wakatobi, Ketua Pengadilan Negeri Wakatobi, hingga Pokdarwis Pantai Wambuliga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here