Sinyal Positif Indonesia Akan Lepas dari Resesi

0
4944
Ilustrasi pemulihan ekonomi nasional. FOTO: KEMENKEU

(Vibizmedia-Kolom) “Jangan menyerah dulu,” begitu pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika banyak kalangan kuatir Indonesia akan masuk resesi. Indonesia dibandingkan dengan negara lain termasuk yang terbaik pada kuartal ke II dalam pertumbuhan ekonominya. Secara teoritis negara dikatakan resesi bila pertumbuhan ekonomi minus selama 2 kuartal berturut-turut. Dari sisi ini hingga kuartal II Indonesia tidak masuk dalam resesi, sebab sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif. Pada kuartal I-2020, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,97 persen (yoy).

Indonesia masih memiliki waktu satu setengah bulan lagi, dan dalam jangka waktu itu masih ada pengeluaran pemerintah yang bisa memacu akan pertumbuhan ekonomi. Jadi sebenarnya kondisi masih terkendali, karena masih ada kesempatan pemerintah untuk mempercepat penyerapan anggaran. Aktivitas Presiden sendiri juga berfokus pada bagaimana anggaran dapat terserap dengan cepat. Melalui monitoring secara harian dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Presiden menekankan pentingnya melakukan terobosan agar anggaran dapat diserap secara cepat.

Dilaporkan bahwa terkait dengan kondisi dari Indonesia sekarang ini suasananya lebih baik, di mana kasus sembuh itu sudah diatas 70% ini lebih tinggi daripada rata-rata global 68,1 persen. Tingkat fatality rate bisa ditekan sampai 4,35 persen, walaupun masih sedikit di atas rata-rata global, namun sudah jauh menurun dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Kemudian presiden mengarahkan agar kampanye mengenai masker lebih massive lagi. Karena salah satu yang kita bisa lakukan untuk mencegah dan memotong pengembangan dari penularan covid 19 adalah dengan penggunaan masker. Perekonomian nasional memiliki trend yang lebih baik, dimana dari pagu anggaran sebesar Rp 695 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional ini, realisasinya sudah meningkat menjadi 25% dibandingkan semester I yang kemarin sebesar Rp124,6 triliun. Per Agustus sudah naik menjadi Rp173,98 triliun atau naik 18%.

Agar perekonomian kita masuk di dalam jalur pertumbuhan yang positif maka dorongan realisasi anggaran ini akan terus dipacu. Terkait dengan penerapan maupun program pemulihan ekonomi nasional, program kementrian dan lembaga. Kementerian sudah menyampaikan bahwa anggaran yang tidak terserap akan dialihkan kepada program-program yang mendukung  produktivitas.

Terus dilakukan juga bantuan untuk masyarakat yang terdampak dari pandemi ini, yang terkait dengan bantuan langsung tunai, seperti bantuan banpres produktif, juga yang terkait dengan subsidi gaji dibawah 5 juta. Tren ekonomi kita lihat juga lebih positif, terlihat dari perusahaan perusahaan di Bursa, 36% perusahaan membukukan profitablitas yang lebih baik dari tahun lalu. Artinya beberapa sektor, seperti sektor komunikasi, dan juga terkait dengan pertanian perkebunan masih dalam kondisi positif, apalagi didukung oleh harga-harga komoditas yang sudah membaik, harga minyak, nikel, logam mulia maupun kelapa sawit. Berharap bahwa ekspor kelapa sawit sampai akhir tahun angkanya tidak jauh berbeda daripada tahun lalu. Hal inilah yang membangkitkan optimisme bahwa kita bisa melampaui krisis karena pandemi dan pemulihan ekonomi nasional secara beriringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here