Belum Mencapai 50%, Presiden Jokowi: Percepat Realisasi Belanja Daerah

0
379

(Vibizmedia-Nasional) Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan faktor penting untuk mendukung pemulihan ekonomi, yang harus berjalan beriringan dengan pemulihan kesehatan akibat pandemi Covid-19 dan Indonesia masih memiliki waktu 1 bulan untuk membuktikan diri tidak masuk ke jurang resesi. Untuk itu, Presiden Jokowi minta agar realisasi belanja daerah menjadi perhatian

“Saya minta percepat belanja APBD provinsi dan perintahkan untuk bupati dan wali kota agar APBD kabupaten dan kota terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja bansos ini betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” ungkap Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, pada Selasa, 1 September 2020, Presiden Joko Widodo meminta agar anggaran belanja daerah untuk segera digunakan untuk pergerakan ekonomi di daerah-daerah.

Berdasarkan data yang diterima Presiden, hingga 27 Agustus 2020 lalu, rata-rata nasional untuk realisasi belanja APBD provinsi masih berada di angka 44,74 persen. Sementara untuk realisasi di tingkat kabupaten dan kota juga baru mencapai 48,8 persen.

Presiden meminta para kepala daerah untuk mencermati hal tersebut. Sebab, realisasi anggaran pemerintah daerah amat dibutuhkan untuk beredarnya uang di daerah dan realisasi terhadap bantuan sosial yang diterima masyarakat daerah.

“Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti. Semua provinsi, kabupaten, dan kota kelihatan semua angka-angkanya. Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa untuk belanja modal atau belanja bansos itu benar-benar segera terealisasi,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here