Cegah Klaster Industri, Kemenperin Pastikan Pengelola Kawasan Industri Terapkan Protokol Kesehatan

0
370
Industri Petrokimia
Ilustrasi industri petrokimia. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Agar sektor industri tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19, Kementerian Perindustrian pastikan aktivitas sektor industri sejalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Beberapa hari lalu, kami melakukan peninjauan ke kawasan industri KIIC di Karawang, kawasan industri MM2100 di Bekasi, dan mengunjungi pabrik Suzuki Indomobil Motor Plant Cakung,” ungkap Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Dody Widodo di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2020.

Dalam kunjungan kerjanya, Dody mengatakan selain memantau penerapan protokol kesehatan yang dijalankan oleh perusahaan dan pengelola kawasan industri, dirinya juga sekaligus mendengar langsung kendala yang mereka hadapi di tengah pandemi saat ini.

“Kami ingin memastikan implementasinya sesuai dengan surat edaran menteri terkait dengan izin operasional industri. Namun demikian, yang saat ini terdampak merupakan industri-industri yang telah melakukan protokol kesehatan dan melaporkannya dengan baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, guna mencegah penyebaran virus corona baru, perusahaan dan pengelola kawasan industri sebaiknya aktif berkoordinasi dengan gugus tugas setempat. “Kami pun terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” kata Dody.

Berdasarkan SE Menperin No. 7/2020 tentang Pedoman Pengajuan Permohonan Perizinan Pelaksanaan Kegiatan Industri dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 dan SE Menperin No. 8/2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang Memiliki IOMKI.

Untuk itu, industri harus mematuhi dengan cara melaporkan aktivitas industri setiap minggunya kepada Kemenperin. Selain itu, industri juga perlu berinisiatif mengambil langkah apabila terdapat kasus Covid-19 di lingkungannya, antara lain dengan melakukan penutupan fasilitas produksi, isolasi, hingga karantina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here