UNAIR Wujudkan Kemandirian Pengembangan Obat Baru untuk Covid-19

0
399
Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. FOTO: UNAIR

(Vibizmedia-Wawancara Khusus) Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016, para peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya bergerak wujudkan pengembangan kemandirian obat Covid-19 dalam negeri, dengan mempertimbangkan pola penyakit dan kebutuhan di Indonesia.

Dalam wawancara Pemimpin Redaksi Vibizmedia Network Fadjar Ari Dewanto dengan Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih melalui virtual, pada Rabu, 2 Agustus 2020 mengatakan UNAIR telah mengembangkan Obat Pengembangan Baru atau dikenal dengan OPB untuk penanganan Covid-19.

Melalui Inpres tersebut, Prof. Ni Nyoman berharap adanya obat-obatan hasil inovasi karya anak bangsa. Sebagaimana diketahui, UNAIR yang telah memiliki tanggung jawab dan kontribusi yang besar selama pandemi, melalui para peneliti UNAIR diharapkan mampu secara progresif melakukan inovasi klinis.

Untuk itu, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan OPB. Prof. Ni Nyoman ungkapkan OPB memiliki tahapan yang cukup panjang. Mulai dari preklinik, yang terdiri dari in vitro dan in vivo, setelah itu baru semuanya bisa dikatakan layak setelah melalui percobaan clinical trial fase 1, 2, 3 dan seterusnya.

“Memang ini jangka panjang. Penelitian tersebut penting bagi peneliti Unair untuk berkontribusi dalam pengembangan OPB,” tegasnya.

Saat ini, OPB sudah masuk preklinik, dimana tahap in vitro sudah dilewati. “Step by step akan kita lalui, in vivo sekarang sedang berjalan ke uji subkronik, dan sudah tahap terakhir untuk preklinik,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here