Kemenko PMK Dorong Sinkronisasi Data Penyaluran Dana Desa dan BLT

0
538
Ilustrasi penyaluran bantuan langsung tunai Dana Desa. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Guna membangun dan meningkatkan pemerataan wilayah, pembangunan wilayah menjadi isu strategis utama pemerintah dalam RPJMN 2020-2024. Salah satu caranya dengan merealisasikan Dana Desa untuk seluruh desa di 33 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan catatan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), penyaluran Dana Desa sampai dengan saat ini telah tersalur sebesar Rp48,38 triliun atau 67,95% dari anggaran di 33 provinsi.

Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK Dody Usodo Hargo menjelaskan bahwa pemanfaatan Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan Covid-19 di desa, sekaligus juga digunakan dalam stimulus Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

“Dana desa terasa penting untuk direalisasikan untuk mencegah penularan virus. Salah satu penggunaan dana desa digunakan untuk pengembangan Desa Tanggap Covid dalam upaya penanganan Covid-19,” ungkap Dody dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Penyaluran Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang diikuti oleh pejabat kementerian dan lembaga terkait melalui telekonferensi di Kantor Kemenko PMK, pada Selasa, 8 September 2020.

Menurutnya, saat ini pemerintah terus mempercepat penyaluran dana desa. Untuk itu, dirinya meminta pihak Kemendagri harus mendorong desa untuk melengkapi administrasi untuk percepatan penyaluran dana desa.

“Kemendagri perlu mendorong Kelengkapan administrasi desa untuk percepatan penyaluran dana desa yang tersisa dan termasuk BLT-DD. nanti yang punya kewenangan adalah Kemendagri secara administrasi,” terangnya.

Kemendes PDTT mencatat 73.937 desa atau 98,6% dari 74.953 keseluruhan desa di Indonesia telah menyalurkan BLT-DD. Dody mengatakan, terdapat 1.119 desa yang membutuhkan tambahan anggaran untuk memenuhi penyaluran BLT-DD.

Dari 1.119 desa yang membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp118,6 miliar, pemenuhan kekurangan penyaluram BLT-DD akam dibantu melalui Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos.

“Kemensos menurut saya perlu merencanakan dan merealisasikan BST bagi desa yang masih kurang desanya sebesar 118,6 miliar,” kata Dody.

Selain itu, Dody juga meminta agar pihak Kemendes PDTT dengan Kemenkeu untuk sinkronisasi data-data terkait anggaran penyaluran Dana Desa agar penyaluran BLT-DD dapat dipercepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here