Menristek: Vaksin Merah Putih Prosesnya Sudah 50%

0
612
Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro memberikan keterangan pers terkait Vaksin Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo meminta Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bergerak cepat, utamanya untuk pengembangan bibit Vaksin Merah Putih.

Dalam keterangannya Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, yang juga penanggung jawab korsorsium tersebut mengatakan bahwa Lembaga Eijkman sudah memulai pengembangan vaksin Merah Putih dengan platform protein rekombinan dan saat ini prosesnya sudah sampai 50%.

Bambang menambahkan bahwa Lembaga Eijkman menargetkan akhir tahun ini uji pada hewan sudah bisa diselesaikan,

“Awal tahun depan, sekitar bulan Januari Lembaga Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksin (Merah Putih) tersebut kepada PT Bio Farma untuk kemudian dilakukan formulasi produksi dalam rangka uji klinis, baik uji klinis tahap satu, dua dan tiga,” jelas Bambang saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, pada Rabu, 9 September 2020.

Setelah uji klinis sudah selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh dari Covid-19, lanjutnya, maka akan dilakukam produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma.

Bambang memperkirakan di triwulan empat 2021, pihaknya akan memproduksi dalam jumlah besar dan akan melengkapi vaksin Covid-19, yang awalnya akan didatangkan dari kerja sama dengan pihak luar terutama dengan Sinovac, China dan dengan G42 yang berasal dari UEA. Harapannya proses vaksinasi nantinya bisa segera dikerjakan.

Perlu di ketahui, bibit vaksin Merah Putih tersebut menggunakan isolate virus yang beredar di Indonesia, sehingga akan cocok untuk digunakan oleh warga negara Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here