Pengelolaan Tol Berkelanjutan Penuhi Aspek Kenyamanan dan Manfaat Ekonomi Lokal

0
365
Tempat Istirahat dan Pelayanan atau rest area jalan tol. FOTO: PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta agar dalam peningkatan pelayanan jalan tol tidak hanya semata mengejar tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk pemenuhan persyaratan penyesuaian tarif tol.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga didorong untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan karena kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

“Kami menyakini dengan lingkungan jalan tol yang lebih baik akan berkontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan dalam mengemudi di jalan tol, khususnya tidak hanya jalannya tetapi juga rest areanya,” kata Basuki dalam keterangannya beberapa waktu yang lalu.

Sementara, saat meninjau sejumlah ruas Tol Trans Sumatera di Medan, Sumatera Utara, pada Selasa 8 September 2020 Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan pembangunan jalan tol mesti berdampak pada masyarakat dan ekonomi kerakyatan yang tidak kalah penting, lewat jalan tol kita harus nyaman.

Peninjauan dilakukan untuk memahami kondisi riil di lapangan dalam hal pengelolaan tol berkelanjutan, khususnya di tengah pandemi Covid-19, serta menghimpun gagasan untuk konsep peta jalan (road map) jalan tol berkelanjutan 2020-2024 yang tengah diupayakan Kementerian PUPR.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula peninjauan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area) di Km 65 Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) yang telah dioperasikan secara bertahap. TIP telah dilengkapi beragam fasilitas, antara lain masjid, toilet, SPBU, dan penjual makanan, dan menerapkan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut Sudirman, Pengelolaan tol berkelanjutan salah satunya dapat dilihat dari pengelolaan TIP, di mana kualitas layanan TIP harus memenuhi aspek kenyamanan, kerapihan/kualitas lingkungan, dan kelengkapan fasilitas. TIP juga didorong untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal, melalui penyediaan kios-kios bagi usaha kecil dan menengah lokal.

“TIP yang dibangun harus banyak menangkap usaha-usaha kecil masyarakat di sekitar daerah itu sendiri. Karena itu Bapak Presiden telah menginstruksikan agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 70 % harus mengisi TIP,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here