Testing Spesimen Perhari Meningkat, Capai 40 Ribu Perhari

0
20558
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa seluruh biaya perawatan pasien terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan ditanggung oleh pemerintah.

“Seluruh biaya pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) rujukan semuanya ditanggung oleh pemerintah,” tegas Wiku Adisasmito dalam konferensi persnya di Kantor Presiden, Selasa, 22 September 2020.

Selain itu, Wiku menjelaskan bahwa dalam upaya pemenuhan standar WHO, pemerintah selalu mendorong daerah untuk melakukan pengetesan spesimen terkait Corona.

“Pemerintah melalui satgas sudah mendorong dan mensupport semua daerah dalam rangka meningkatkan testing agar bisa mencapai, paling tidak standartnya WHO, bahkan beberapa daerah di Indonesia seperti DKI dan daerah-daerah lainnya sudah melebihi standar WHO. Dan kami selalu mendorong daerah-daerah lainnya juga ikut meningkatkan testing dan seluruh kebutuhan testing dipenuhi oleh Satgas, bahkan pada hari ini, seluruh testing spesimen per hari sudah sekitar 40 ribu (dalam sehari) dan ini merupakan pencapaian di bulan September yang jauh meningkat dibanding bulan Agustus,” terang Wiku.

Data 22 September 2020 saja, spesimen yang selesai diperiksa sebanyak 43.896 spesimen yang dilakukan 343 laboratorium di berbagai daerah. Meski demikian, secara per daerah, belum semuanya mencapai standar World Health Organization (WHO) sebesar 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada 9 provinsi penyumbang kasus terbesar di Indonesia. Sebanyak 9 provinsi itu adalah Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

“Tentunya daerah-daerah yang belum sesuai dengan standar WHO, terutama daerah-daerah 9 provinsi prioritas terus kita dorong dan ini bagian dari program prioritas utama untuk dapat testing, tracing, treatment untuk bisa dilakukan di provinsi-provinsi prioritas penyumbang kasus terbesar di Indonesia,” katanya.

Pihaknya juga memastikan agar tenaga kesehatan selalu memberi pelayanan bagi pasien Corona, termasuk pasien yang melakukan isolasi mandiri di pusat-pusat karantina, baik di Wisma Atlet dan sejumlah hotel yang digunakan untuk isolasi pasien corona.

“Tentunya fasilitas-fasilitas tersebut dalam pengawasan tenaga kesehatan agar seluruh warga masyarakat yang diisolasi atau dirawat di fasilitas tersebut betul-betul dapat pelayanan terbaik untuk bisa segera sembuh,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here