Pemerintah Perintahkan Bio Farma Segera Produksi Obat Covid-19, Remdesivir

0
429

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Sentimen positip hari ini datang dari PT Bio Farma. Dengan demikian yang terlibat dalam upaya penting pemerintah ini adalah PT Bio Farma dan anak usahanya PT Kimia Farma Tbk dengan kode saham KAEF.

Sentimen positip hari ini datang dari PT Bio Farma. Demi meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19, ada satu permintaan Menko Maritim dan Investasi  Luhut B. Panjaitan kepada Bio Farma. Yakni, agar produsen farmasi nasional itu mempercepat produksi obat Covid-19. Salah satu obat yang produksinya diminta untuk dipercepat adalah Remdesivir.

Hal ini diungkapkan Luhut dalam  Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat Covid 19 di Jakarta, Sabtu (26/9). Pemerintah akan bantu penyediaan bahan bakunya supaya jangan ada hambatan.

Demikian juga dengan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan yang mengatakan pihaknya akan mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri.

Dengan demikian yang terlibat dalam upaya penting pemerintah ini adalah PT Bio Farma dan anak usahanya PT Kimia Farma Tbk dengan kode saham KAEF. Yang pagi ini dibuka naik ke harga Rp.2970, naik dibandingkan harga penutupannya akhir pekan lalu yaitu di harga Rp.2880 per lembarnya. Dan saat berita ini diturunkan pada pukul 09:50 WIB pada layar RTI terlihat telah menanjak sebesar 10.42% atau 310 poin ke level 3180 per lembar.

Kementerian Kesehatan juga akan mendukung kebutuhan obat tersebut karena Menteri Kesehatan akan ajukan dan adakan kerjasama dengan BUMN dan BPOM supaya terjadi koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran dan tepat waktu.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Dia menyebut, ada dua cara yang mereka lakukan yakni mengadakan kerja sama dengan India

Sementara cara kedua, disamping izin impor, Bio Farma juga sedang melakukan riset untuk produksi dalam negeri. Dia pun menyebut Bio Farma  telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri.

Lebih lanjut, Luhut pun meminta Bio Farma segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan.

“Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan,” demikian pernyatan Luhut kepada media.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk Remdesivir. Dia pun mengatakan pihaknya sudah mencatat akan adanya bahan baku dari China dan akan mencari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here