Kabar Baik Kasus Covid-19 Nasional

0
278
Penerapan protokol kesehatan memakai masker. FOTO: KEMENKES

(Vibizmedia-Nasional) Setelah beberapa hari menembus angka 4000an kasus positif, pada hari Senin, 28 September 2020 jumlah kasus Covid-19 497 kabupaten/kota secara kumulatif adalah sebagai berikut:

– Kasus positif 278.722 (+3.509)

– Dinyatakan sembuh 206.870(+3.856)

– Meninggal 10.473 (+87)

– Jumlah suspek 131.361

Dilihat dalam keseluruhan kasus positif Covid-19 di dunia, Indonesia berada di urutan ke-23, dengan Jerman diurutan ke-22 yaitu sebanyak 286.420 dan setelah Indonesia adalah Israel dengan 231,026. Urutan ini tidak banyak berubah dalam satu minggu terakhir menurut data dari worldodometer.com.

Di Indonesia, 5 provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak secara kumulatif:

1. Jakarta: 71.339 (+898)

2. Jatim: 43.174 (+284)

3. Jateng: 21.930 (+304)

4. Jabar: 21.443 (+489)

5. Sulsel: 15.354 (+59)

Kabar baiknya adalah ditengah pertambahan kasus positif sebenarnya secara nasional terjadi trend ke arah membaik. Trend ini dilihat dalam 21 hari mulai tanggal 06 September 2020 hingga 27 September adalah sebagai berikut:

– Persentase kasus positif nasional mengalami penurunan 2 %

– Persentase kasus meninggal nasional mengalami penurunan 0,3%

– Persentase kesembuhan nasional mengalami kenaikan 2,14%

Detail pergerakan persentase dari tanggal 06 hingga 27 September dapat dilihat pada infografis di bawah ini:

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19

Dilansir dari Satgas Covid-19 maka trend membaik ini disebabkan, karena:

– Penurunan kasus aktif seminggu terakhir ini di Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan

– Angka kesembuhan naik akibat menurunnya kasus aktif dalam seminggu terakhir

– Sedangkan angka kematian walau menurun 0,3% tetapi masih di atas rata-rata global 3.02%. Artinya penanganan dan kapasitas layanan terhadap pasien dengan gejala berat dan kritis masih harus ditingkatkan. Contohnya adalah berdasarkan data di RS Persahabatan periode 1 Maret 2020 sampai dengan 20 September 2020, Case Fatality Rate (CFR) adalah 67,4%. Hal ini berarti 67,4% pasien kritis yang masuk ke RS tidak tertolong. Saat ini pemerintah terus berusaha untuk menurunkan angka kematian dengan meningkatkan kapasitas layanan Rumah Sakit. Penting agar pasien ditangani oleh medis sebelum masuk pada gejala berat atau kritis.

Pemerintah Indonesia sejauh ini juga telah menetapkan Keppres terkait COVID-19. Keppres yang dimaksud adalah:

1. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Keputusan Presiden tersebut menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit yang menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) dan menetapkan KKM Covid-19 di Indonesia yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional. Penanggulangan KKM dilakukan melalui penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan baik di pintu masuk maupun di wilayah. Dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayah, setelah dilakukan kajian yang cukup komprehensif Indonesia mengambil kebijakan untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pada prinsipnya dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19 semakin meluas, didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektifitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Pengaturan PSBB ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dan secara teknis dijabarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Kita semua sebagai masyarakat Indonesia tentu berharap pandemi segera berlalu. Mari kita dukung upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah dan secara perseorangan turut menjaga diri dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah agar tidak tertular dan tidak meluaskan penularan Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here