Kemenperin Kembangkan Learning Factory Industri 4.0 pada Balai Binaannya

0
81
Ilustrasi industri 4.0. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai bentuk terobosan baru melalui pemanfaatan teknologi disektor industri dan menyiasati adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Kementerian Perindustrian terus mendorong balai-balai binaannya yang tersebar di seluruh Indonesia agar bisa bertransformasi menjadi unit kerja yang lebih inovatif.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi menjelaskan bahwa balai industri yang dimiliki oleh Kemenperin saat ini dianggap sebagai lembaga terdepan dalam menerapkan inisiatif peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Upaya ini akan terus kami kembangkan untuk menyosialisasikan, menciptakan dan testing solusi industri melalui jasa konsultasi, jasa sertifikasi, jasa pelatihan dan jasa pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan,” jelas Doddy dalam Focus Group Discussion tentang Ekosistem Inovasi Industri 4.0, pada Kamis lalu, 24 September 2020.

Untuk itu, dalam mewujudkan ekosistemnya, pihaknya telah menyusun panduan tentang Learning Factory Industri 4.0 dan assessment Technoware, Infoware, Humanware, dan Organware (THIO) sebagai tools yang digunakan oleh Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri dalam meningkatkan pelayanan kepada dunia usaha dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0.

Learning Factory Industri 4.0 merupakan sebuah platform yang memuat metode penerapan industri 4.0 bagi perusahaan manufaktur di tanah air dengan melibatkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan yang senantiasa mendukung kemajuan sektor perindustrian di Indonesia.

“Tingkat keberhasilan Learning Factory Industri 4.0 tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, akan tetapi harus diukur juga dari keuntungan intangible, seperti jumlah industri yang menerapkan industri 4.0, jumlah SDM yang up skilling, jumlah teknologi tepat guna, dan jumlah paten yang dihasilkan,” katanya.

Sebagai upaya mendukung balai dalam membuat Learning Factory Industri 4.0 tersebut, Kemenperin juga telah melakukan assessment THIO untuk melihat sejauh mana kondisi kesiapan teknologi, SDM, serta sistem informasi dan organisasi yang dimiliki.

“Identifikasi kendala dan pain point yang dihadapi merupakan hal yang sangat penting karena akan menjadi landasan rekomendasi untuk membuat demonstrasi dalam pemanfaatan teknologi industri 4.0, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung,” terangnya.
 
Doddy juga menegaskan bahwa tanpa disadari saat ini industri sudah menunggu solusi dari pemerintah terkait contoh sukses pemanfaatan teknologi industri “Sebab, teknologi industri 4.0 memberikan kemudahan akses digital secara real time serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur,” ucapnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here