Wujudkan Transformasi Ekonomi, Jokowi: Bentuk Korporasi Petani dan Nelayan, Contoh Negara Lain

0
191
Presiden Joko Widodo. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo mendorong jajarannya untuk membentuk korporasi petani dan nelayan dengan mencontoh negara lain.

“Sebetulnya kita sudah sering membicarakan mengenai ini, yaitu mengkorporasikan petani dan nelayan dalam tujuan meningkatkan taraf hidup mereka dan juga sekarang tentu saja dalam mewujudkan transformasi ekonomi,” jelas Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual mengenai Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi, pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Menurut Presiden, sektor pertanian sebenarnya memiliki kekuatan ekonomi tersendiri. Bahkan di tengah pandemi, sektor pertanian masih tumbuh positif 16,24% di kuartal II-2020. Jika momentum itu dimanfaatkan bisa memberikan dampak yang signifikan untuk kesejahteraan petani dan nelayan.

“Sekali lagi sudah sering saya sampaikan bahwa petani dan nelayan ini perlu didorong untuk berkelompok dalam jumlah yang besar dalam sebuah korporasi sehingga memiliki economic scale. Sehingga diperoleh skala ekonomi yang efisien yang bisa mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, mengakses informasi, mengakses teknologi dan meningkatkan efisiensi dan bisa memperkuat pemasarannya,” tegas Presiden.

“Pola pikir juga perlu berubah tidak semata-mata fokus kepada on farm tapi bergerak ke out farm sisi pascapanen, sisi bisnisnya yaitu dengan membangun proses bisnis dari produksi sampai ke pascapanen,” lanjutnya.

Saat ini, tambahnya, memang sudah terbentuk kelompok-kelompok nelayan dan petani. Implementasi model korporasi belum terbentuk. Belum ada ekosistem yang dihubungkan dengan korporasi besar ataupun BUMN.

Presiden menegaskan bahwa peran BUMN harus menjadi pendamping, bukan hanya sekadar penerima hasil tani atau off taker. Dirinya sudah menyampaikan hal itu beberapa tahun yang lalu, agar mencontoh model korporasi petani seperti itu dari negara lain.

“Ini yang belum. Saya sudah perintahkan sebetulnya beberapa tahun lalu untuk melihat Felda di Malaysia, untuk melihat koperasi sapi di Spanyol. Model-model yang bagus seperti itu sebenarnya gampang kita tiru tapi saya tidak tahu sampai sekarang tidak bisa kita bangun 1 atau 2 contohnya,” ucapnya.

Jokowi meminta agar fokus untuk membangun 1 atau 2 model bisnis korporasi petani dan nelayan di salah satu provinsi. Kemudian model bisnis itu bisa diimplementasikan di provinsi lainnya.

“Karena belajar dari pengalaman, saya yakin akan banyak kelompok tani dan nelayan lain yang mau mengkopi, mau meniru kalau melihat ada contoh korporasi petani dan nelayan yang dilihat berhasil dan bisa mensejahterakan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here