Lapangan Kerja Baru Harapan Indonesia di Tengah Pandemi

0
143
Ilustrasi angkatan kerja baru. FOTO: KEMENAKER

(Vibizmedia-Kolom) Apakah sebenarnya yang menjadi latar belakang dikeluarkannya UU Cipta Kerja? Dari apa yang saya ikuti, sejak Jokowi menyampaikan kampanyenya pada pilpres tahun 2019, telah disinggung akan digunakan pendekatan Omnibus Law untuk mengatasi gunung regulasi yang saling tumpang tindih. Jumlah regulasi pemerintah pusat & daerah mencapai 43.604 aturan dan membuat daya saing Indonesia kalah dibandingkan negara-negara Asean, Indonesia menempati urutan ke 73 dalam hal kenyamanan berbisnis menurut data World Bank tahun 2020.

EASE OF DOING BUSINESS 2020 – ASEAN

Sumber: World Bank

Kenapa daya saing Indonesia kalah? Mengurus ijin di Indonesia terbilang sangat lama. Urus construction permit di Indonesia masih perlu 200 hari, Indonesia ranking 110 di dunia soal ini.

Masalah ini adalah yang hendak diselesaikan oleh pemerintah untuk Indonesia bisa meningkat daya saingnya dibandingkan negara lain. Dengan teknik Omnibus Law, sekitar 80 Undang-Undang dan lebih dari 1.200 pasal bisa direvisi sekaligus hanya dengan satu UU Cipta Kerja yang mengatur multisektor. UU cipta kerja memiliki 11 klaster yaitu: penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, pengadaan lahan, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM-investasi dan proyek pemerintah, kawasan ekonomi. UU Cipta Kerja bermanfaat untuk memperbaiki iklim investasi dan mewujudkan kepastian hukum. Menaikkan kemudahan berusaha dari peringkat 73 tahun 2020 ke posisi 53 dunia.

Ada lagi tidak, alasan UU Cipta Kerja ini sangat diperlukan? perizinan rumit, banyak tidak memiliki legal entity, perlindungan dan fasilitasi kurang ini terjadi pada UMKM dan Koperasi, alasan ini membuat UMKM Indonesia nggak cepat pertumbuhannya, padahal UMKM memainkan peranan sangat penting pada perekonomian Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah unit usaha UMKM adalah 64,2 juta unit usaha atau 99,9 persen dari jumlah unit usaha di Indonesia. Usaha besar di Indonesia berjumlah 5.550 unit usaha atau 0,01 persen dari total unit usaha di Indonesia. Dari sisi penyerapan tenaga kerja maka UMKM menyerap 116,98 juta tenaga kerja atau 97 persen dari jumlah pekerja di Indonesia bekerja di UMKM. Usaha besar di Indonesia menyerap 3,62 juta tenaga kerja atau 2,95 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Dari kontribusi kepada PDB maka UMKM menyumbangkan Rp8.573,9 Triliun atau 61,1 persen, sedangkan usaha besar menyumbangkan 38,9 persen atau Rp5.464,7 Triliun. Data-data ini menunjukan UMKM memainkan peranan besar untuk mendongkrak ekonomi Indonesia, dan dengan kekuatan pasar dalam negeri, UMKM membuat ekonomi Indonesia tidak banyak terdampak turunnya perdagangan internasional.

Tetapi kenapa kok namanya UU Cipta Kerja? Sederhana saja semua yang dilakukan adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Usia produktif masih dominan tetapi produktivitas rendah. Jumlah tenaga kerja tidak bekerja dan bekerja tidak penuh mencapai 45,8 juta (34,3%). Manfaat undang-undang ini supaya masyarakat mendapatkan pekerjaan, kenapa begitu? Daya saing Indonesia yang meningkat akan membuat investasi masuk ke Indonesia, dan menciptakan lapangan pekerjaan. UU Cipta Kerja bermanfaat untuk memperbaiki iklim investasi dan mewujudkan kepastian hukum. Menaikkan kemudahan berusaha dari peringkat 73 tahun 2020 ke posisi 53 dunia. Menghilangkan kebijakan horizontal & vertikal saling berbenturan. Menghilangkan fenomena hyper regulation (regulasi berlebihan), kebijakan yang tidak efisien, UU yang bersifat sektoral, sering tidak sinkron & tidak ada kepastian hukum, meningkatkan indeks regulasi Indonesia masih rendah.

UU Cipta Kerja menciptakan jalan untuk Indonesia memiliki daya saing dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Tidak diragukan lagi kerja keras masih dibutuhkan setelah adanya UU Cipta Kerja ini. Khususnya di masa pandemi ini, para pengusaha tetap tidak berhenti mencari peluang, Indonesia butuh kerja dan pemerintah tidak berhenti untuk memberikan fasilitas. Harapan besar justru ada pada UU Cipta Kerja ini, sebab akan menciptakan lapangan pekerjaan di tengah sulitnya perekonomian, di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Indonesia perlu segera bangkit dan kembali mengejar visi Indonesia maju tercapai pada tahun 2045.

UU Cipta Kerja merupakan rangkaian usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang berlangsung. Saat ini pemerintah masih melakukan langkah-langkah mengatasi persoalan kesehatan yang menunjukan tren positif. Untuk warga yang terkenda dampak pemerintah masih jaringan pengaman langsung agar imbas pandemi dapat membuat masyarakat tetap bertahan. Tentu hal ini tidak bisa berlangsung terus menerus, Indonesia tetap terus mendukung dunia usaha serta UMKM dan Koperasi dalam peningkatan investasi mendukung penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan perlindungan pekerja. Transformasi ekonomi diperlukan untuk pemulihan ekonomi dan keluar dari middle income trap. UU Cipta Kerja sebagai kebijakan strategis nasional yang bersifat extraordinary dalam menjaga pemulihan dan peningkatan perekonomian nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here