Bertemu Presiden Trump, Menko Luhut Tindak Lanjut Fasilitas GSP dari AS

0
416
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, pada Selasa, 17 November 2020 waktu setempat. FOTO: KEMENKO MARVES

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang telah memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) melalui United States Trade Representative (USTR) kepada Indonesia. Presiden Joko Widodo mengirim utusan khusus, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menemui Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Luhut didampingi oleh Duta Besar RI untuk AS Muhammad Lutfi, pada Selasa, 17 November 2020 waktu setempat.

Pemberian fasilitas ini merupakan kesempatan bagi Indonesia, karena menjadi negara satu-satunya di Asia yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Sebagaimana diketahui, GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh Pemerintah Amerika Serikat kepada negara-negara berkembang di dunia sejak tahun 1974. Indonesia pertama kali mendapatkan fasilitas GSP dari AS pada tahun 1980.

Pemerintah sendiri berharap melalui fasilitas GSP, ekspor Indonesia dapat meningkat, juga berdampak masuknya investor asing ke tanah air untuk mendirikan industri atau pabrik.

Dalam agenda bilateral tersebut, selain bertemu dengan Presiden Donald Trump, Menko Luhut juga diterima oleh Wakil Presiden Amerika
Serikat Mike Pence di kantornya. Pence menawarkan kerjasama produksi vaksin bersama antara Perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia.

Sementara itu pada pertemuan terpisah, dengan National Security Advisor (NSA) Robert O’ Brien, Menko Luhut melakukan pembahasan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pertahanan dan teknologi, serta bertukar pandangan mengenai geopolitik global.

Luhut menyambut positif berbagai pertemuan tersebut dan berharap kerja sama yang baik dengan Amerika Serikat bisa terus ditingkatkan di masa administrasi Pemerintahan Amerika Serikat yang akan datang.

“Saya atas nama Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump. Apapun hasil resmi pemilu AS, pertemanan tetap perlu dijaga. Kita akan selalu menjadi kawan. Saya juga berharap komunikasi yang baik seperti ini dengan Gedung Putih dapat juga terjalin setelah Januari 2021 nanti,” jelas Luhut dalam keterangan tertulis dari Kemenko Marves, pada Rabu, 18 November 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here