Emiten Perunggasan Indonesia Japfa Dirikan Pabrik Baru Di Vietnam, Investasi Rp.183 M

0
310

(Vibizmedia – IDX Stocks) – Perusahaan perunggasan terpadu asal Indonesia, Japfa mendirikan pabrik baru di Vietnam seluas 7 hektare di Nhon Hoa Industrial park, Provinsi Binh Dinh. Investasi Japfa mencapai US$13 juta dolar atau setara 300 miliar dong. Jumlah tersebut setara Rp183,56 miliar bila dikonversi ke rupiah (Kurs Rp14.120).

Berdasarkan keterangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Vietnam, pabrik pakan Japfa akan dilengkapi lini produksi modern dengan kapasitas 180 ribu ton per tahun. Produksi pakan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak di wilayah Vietnam Tengah.

Acara peresmian pabrik juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien, dan Wakil Ketua Komite Rakyat Binh Dinh, Nguyen Tuan Thanh.

“Pembangunan pabrik ini tidak hanya menunjukkan kisah sukses perusahaan Indonesia di Vietnam namun juga mencerminkan peran penting sektor swasta dalam memajukan hubungan kedua negara,” ujar Dubes Ibnu Hadi melalui keterangan resmi, Jumat (27/11/2020).

Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien menyatakan bahwa perusahaan Indonesia yang beroperasi sejak tahun 1995 di wilayah Vietnam ini telah banyak membantu dan memajukan pembangunan industri peternakan di negara tersebut.

General Director JAPFA Vietnam Arif Widjaja menuturkan bahwa meski pandemi Covid-19 berdampak negatif pada dunia bisnis secara umum, Japfa tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proses pembangunan pabrik.

Untuk diketahui, Japfa Vietnam merupakan perusahaan Indonesia yang beroperasi di Vietnam dengan status 100% saham milik asing (foreign-owned company). Pasalnya pembangunan pabrik akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar kesejahteraan masyarakat di Provinsi Binh Dinh dan di Vietnam pada umumnya meningkat.

Dengan dibukanya pabrik baru di Provinsi Binh Dinh, Japfa Vietnam kini memiliki enam pabrik pengolahan pakan ternak yang tersebar di beberapa provinsi, yaitu di Vinh Phuc, Long An, Thai Binh, Hoa Binh, dan Binh Thuan, dengan jumlah total investasi sebesar US$246 juta.

Emiten perunggasan terintegrasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk., optimis dapat kembali mengejar pertumbuhan 10 persen hingga 15 persen pada 2021 setelah membukukan kinerja cukup defensif pada tahun ini.

Wakil Presiden Direktur Japfa Comfeed Indonesia Bambang Budi Hendarto mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang semakin tegas untuk menyeimbangkan pasokan ayam akan membawa dampak positif terhadap kinerja perseroan.

Selain itu, prospek pemulihan ekonomi yang melemah akibat pandemi Covid-19 juga menjadi sentimen positif yang dapat membantu perseroan memperbaiki kinerjanya ke depan.

JPFA membukukan penurunan pendapatan 8,28 persen secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp24,92 triliun hingga kuartal III/2020.Sebagai gambaran, kinerja emiten berkode saham JPFA hingga kuartal III/2020 masih tampak defensif seiring dengan pelemahan permintaaan.

Selain itu, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp257,18 miliar hingga kuartal III/2020, anjlok 75,3 persen daripada kuartal III/2019 sebesar Rp1,043 triliun.

Sejalan dengan itu, emiten berkode saham JPFA itu tercatat membukukan penurunan pendapatan 8,28 persen secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp24,92 triliun.

Pada kuartal III/2019, JPFA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp27,17 triliun.

Pandemi virus corona (Covid-19) tidak menyurutkan ekspansi emiten perunggasan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Alih-alih mengendur, Japfa malah banyak melakukan manuver dalam menggenjot lini usaha.

Manuver terbaru adalah melalui anak usahanya JAPFA mendirikan perusahaan patungan atau joint venture (JV) dengan perusahaan asal Belanda, Hendrix Genetics akuakultur BV (HGA). Anak usaha Japfa tersebut adalah PT Suri Tani Pemuka (STP) yang akan berkongsi dengan HGA dalam pendirian pusat pembiakan udang di Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Japfa Comfeed Indonesia Maya Pradjono menyatakan kepemilikan STP akan sebesar 49 persen di dalam JV tersebut.

Maya menuturkan modal awal untuk perusahaan patungan itu senilai Rp20 miliar. Dengan porsi 49 persen, STP akan merogoh dana sekitar Rp9,8 miliar sementara HGA dengan kepemilikan 51 persen Rp10,2 miliar.

STP akan membangun dan memiliki pusat pembiakan induk atau broodstock multiplication centre (BMC) udang di Indonesia senilai Rpp33,5 miliar atau US$2,3 juta untuk disewakan kepada perusahaan patungan selama 10 tahun pertama.

Untuk diketahui, STP bukan pemain baru di produk pakan dan kini mengoperasikan lima pabrik tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan telah memproduksi berbagai pakan untuk ikan air tawar, air payau, ikan laut, dan udang sejak 1992.

Pergerakan harga saham JAPFA hari ini dimulai dengan dibuka naik menjadi Rp.1355 per lembarnya kemudian bergerak naik mencapai harga tertingginya pada Sesi I perdagangan ini di harga Rp.1415 per lembar.

Kemudian ditutup di siang hari ini di harga Rp.1390, melonjak 3.35% atau 45 poin ke harga Rp.1390 per lembar.

Untuk di ketahui PER saham ini adalah 47.53 kali sementara PBV nya berada di 1.53 kali.

Harga saham JAPFA sampai dengan hari ini telah naik 29.91% pada satu bulan terakhir dan untuk enam bulan terakhir telah melonjak 56.18%, meskipun untuk sepanjang tahun ini masih minus 9.45 persen.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here